When The World Just Need a Robot not a Human
Saat ini semakin banyak film yang berusaha menggambarkan tentang peradaban bumi di masa depan. Rata-rata dalam film tersebut digambarkan bahwa robot akan menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia di masa depan. Robot akan menjadi “pekerja” yang efisien bagi seluruh pekerjaan manusia, seperti gambar di atas dalam film yang dimainkan oleh Will Smith, yaitu :iRobot.
Robot pada dasarnya adalah sebuah komputer yang diperlengkapi dengan tubuh manusia. Sebuah komputer yang telah diprogram untuk melakukan pekerjaan manusia, baik pekerjaan yang membutuhkan kekuatan tubuh maupun pikiran, dengan kompetensi lebih baik dari manusia. Robot juga tidak akan terdistraksi dengan kepentingan pribadi mereka, sehingga para robot dapat bekerja dengan sangat fokus, bahkan mereka tidak akan protes bila diberi pekerjaan yang banyak! Maka hasil yang diperoleh adalah pekerjaan selesai dengan efisien, efektif, rapih, akurat, dan boleh digaransi 0% kesalahan. Bayangkan perusahaan apa dan bos mana yang tidak ingin punya anak buah seperti itu? Basicly we don’t need human to do the human jobs, because robots can do better!
Film-film futurustik tersebut menunjukkan gambaran kita semua akan masa depan. Dengan tuntutan dunia saat ini akan kompetensi dan profesionalitas yang begitu tinggi, maka tidak heran apabila kita membayangkan masa depan tentunya akan memiliki tuntutan yang lebih tinggi lagi dibandingkan masa kini. Maka robot menjadi sebuah konsekuensi logis dalam memenuhi tuntutan masyarakat tersebut. Tapi bagi saya, film tersebut bukanlah sekedar gambaran dan prediksi kita akan masa depan. Bagi saya, film-film tersebut adalah potret masyarakat global saat ini. Sebuah masyarakat yang lebih membutuhkan robot daripada manusia. Read More


Sedangkan sang bocah tumbuh menjadi fans setia pemain tersebut dan pecinta permainan sepakbola. Pemain sepakbola muda tersebut telah menjadi bagian dari hidupnya. Bocah itu mengikuti dengan seksama kisah hidup dan karir si pesepakbola, membeli baju bola dan sepatunya, bermain bola sesuai dengan posisinya, memakai baju dengan nomor punggung yang sama dengannya, dan hampir setiap jengkal kamar si bocah penuh dengan posternya. Seperti yang mungkin telah ditebak oleh teman-teman, pemain bola tersebut adalah David Robert Joseph Beckham dan bocah kecil itu adalah William Sulivan Budiman alias saya sendiri. Tanggal 16 Mei 2013, David Beckham mengumumkan bahwa dirinya pensiun dari sepakbola. Sebuah berita yang sangat mengejutkan dan menyedihkan terutama bagi saya.




