KISS : Keep It So Simple

Sebagai seorang trainer, saya hampir setiap bulan harus membuat banyak modul (manual) pelatihan. Dalam membuat modul, tantangan yang dihadapi adalah bagaimana kita menerangkan dan menerjemahkan sebuah konsep paling sulit sekalipun, menjadi sebuah aktivitas training yang menyenangkan dan mudah dimengerti oleh siapapun. Pembuat modul yang baik adalah orang yang bisa membuat aktivitas tersimpel dari konsep tersulit.

Tapi kebanyakan manusia berpikir terlalu ribet. Kita kadang-kadang disekolahkan tinggi-tinggi malah membuat diri kita seringkali overthink. Padahal solusi dari sebuah masalah bisa jadi sangat mudah, naif, dan terkadang agak bodoh.

Efisiensi adalah suatu hal yang penting di dalam dunia manajemen, bahkan hal penting untuk di segala segi kehidupan manusia. Sebagai seorang anggota tim yang baik, kita memiliki tanggung jawab bukan hanya dalam membawa tim kita mencapai tujuan bersama, tetapi juga tanggung jawab dalam mencari cara terbaik untuk memecahkan setiap masalah yang terjadi. Tetapi seringkali kita terkecoh saat menghadapi suatu masalah, dan walaupun masalah tersebut terpecahkan, tetapi pemecahan yang ada bukanlah suatu pemecahan yang efisien dan justru malah terlalu rumit. Pemecahan masalah, terkadang adalah hal yang paling sederhana yang paling sering kita lupakan. Jadi berpikir kreatif dan simple dalam setiap masalah.

Mari kita coba lihat dalam tiga kasus di bawah ini:

1. Kipas Angin dan Pabrik Sabun 

Salah satu dari kasus yang ada adalah kasus kotak sabun yang kosong, yang terjadi di salah satu perusahaan kosmetik yang terbesar di Jepang. Perusahaan tersebut menerima keluhan dari pelanggan yang mengatakan bahwa ia telah membeli kotak sabun (terbuat dari bahan kertas) kosong. Dengan ! segera pimpinan perusahaan menceritakan masalah tersebut ke bagian pengepakan yang bertugas untuk memindahkan semua kotak sabun yang telah dipak ke departemen pengiriman. Karena suatu alasan, ada satu kotak sabun yang terluput dan mencapai bagian pengepakan dalam keadaan kosong. Tim manajemen meminta para teknisi untuk memecahkan masalah tersebut.

 Dengan segera, para teknisi bekerja keras untuk membuat sebuah mesin sinar X dengan monitor resolusi tinggi yang dioperasikan oleh dua orang untuk melihat semua kotak sabun yang melewati sinar tersebut dan memastikan bahwa kotak tersebut tidak kosong. Tak diragukan lagi, mereka bekerja keras dan cepat tetapi biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit.

Tetapi saat ada seorang karyawan di sebuah perusahaan kecil dihadapkan pada permasalahan yang sama, ia tidak berpikir tentang hal-hal yang rumit, tetapi ia muncul dengan solusi yang berbeda . Ia membeli sebuah kipas angin listrik untuk industri yang memiliki tenaga cukup besar dan mengarahkannya ke garis pengepakan. Ia menyalakan kipas angin tersebut, dan setiap ada kotak sabun yang melewati kipas angin tersebut, kipas tersebut meniup kotak sabun yang kosong keluar dari jalur pengepakan, karena kotak sabun terbuat dari bahan kertas yang ringan.

2. Cermin Lift 

Suatu hari, pemilik apartemen menerima komplain dari pelanggannya. Para pelanggan mulai merasa waktu tunggu mereka di pintu lift terasa lama seiring bertambahnya penghuni di apartemen itu. Dia (pemilik) mengundang sejumlah pakar untuk memecahkan masalah ini. Satu pakar menyarankan agar menambah jumlah lift. Tentu, dengan bertambahnya lift, waktu tunggu jadi berkurang. Pakar lain meminta pemilik untuk mengganti lift yang lebih cepat, dengan asumsi, semakin cepat orang terlayani. Kedua saran tadi tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Tetapi, satu pakar lain hanya menyarankan satu hal, “Inti dari komplain pelanggan anda adalah mereka merasa lama menunggu”. Pakar tadi hanya menyarankan untuk menginvestasikan kaca cermin di depan lift, agar pelanggan teralihkan perhatian! nya dari pekerjaan”menunggu” dan merasa “tidak menunggu lift”.

3. Menulis di Luar Angkasa

Pada saat NASA mulai mengirimkan astronot ke luar angkasa, mereka menemukan bahwa pulpen mereka tidak bisa berfungsi di gravitasi nol, karena tinta pulpen tersebut tidak dapat mengalir ke mata pena. Untuk memecahkan masalah tersebut, mereka menghabiskan waktu satu dekade dan 12 juta dolar. Mereka mengembangkan sebuah pulpen yang dapat berfungsi pada keadaan-keadaan seperti gravitasi nol, terbalik, dalam air, dalam berbagai permukaan termasuk kristal dan dalam derajat temperatur mulai dari di bawa! h titik beku sampai lebih dari 300 derajat Celcius.

Dan apakah yang dilakukan para orang Rusia ? Mereka menggunakan pensil!.

Moral cerita ini adalah sebuah filosofi yang disebut KISS : Keep It So Simple, yang sebenarnya pada awalnya bernama Keep It Simple Stupid. Saya mengganti namanya, karena kata “Stupid” menurut saya mengalihkan makna sebenarnya dari filosifi ini. KISS : Keep It So Simple memiliki makna yaitu selalu mencari solusi yang sederhana. Dalam berhadapan dengan masalah, carilah sebuah jalan keluar yang sederhana, bahkan orang yang paling bodoh sekalipun dapat melakukannya. Cobalah menyusun solusi yang paling sederhana dan memungkinkan untuk memecahkan masalah yang ada. Maka dari itu, kita harus belajar untuk fokus pada solusi daripada pada berfokus pada masalah.

 “Bila kita melihat pada apa yang tidak kita punya di dalam hidup kita, kita tidak akan memiliki apa-apa. Tetapi bila kita melihat pada apa yang ada di tangan kita, kita memiliki segalanya.”

Kastena Boshi

follow me @WilliamSBudiman

12 comments

  1. egis · November 14, 2010

    I think the kiss idea is simple yet proven! Thanks for sharing sb! Will use this story for finding the solution in HR world. Hehe😛

  2. Marsha · November 14, 2010

    haha.. nice blog,be..
    Jadi inget ada cerita ttg ada org yg ngeluh bahwa lampunya mati.. banyak orang yang menyarankan untuk mengganti bola lampunya, mencek lingkungannya mati lampu atau engga, cek apakah bohlamnya sudah dipasang kencang atau belum..
    tetapi ternyata kita melupakan hal kecil..
    mungkin saja lampu itu tidak menyala karena memang saklar bohlamnya belum dipasang on..🙂

  3. gambrit · November 15, 2010

    Hey SB, menurut saya konsep yg anda coba kembangkan itu bagus. Tapi banyak sekali hal-hal yang janggal dan terasa murahan. Orang-orang yang dapat menerapkan hal-hal yang sederhana untuk memecahkan suatu permasalahan yang rumit adalah orang yang genius. Justru orang yang mencoba untuk memakai teknik-teknik yang rumit adalah orang yang bodoh tapi mungkin orang tersebut sudah terekspose pada suatu jenjang pendidikan yang sudah dia jalani. Seorang professor bisa saja seorang yang pandai, tapi tidak cerdas. Inti dari pemecahan suatu masalah yang rumit dengan solusi yg simple adalah kreativitas, dan tidak semua orang memiliki itu. Kemuadian nama konsep anda itu sendiri KISS(keep it simple stupid) secara tata bahasa Inggris itu tidak masuk akal. Mungkin maksud anda “Keep it simple, Stupid”! For which the word Stupid refers to a person, as a subject not as an adjective. Your concept is good, but the application is so messed up dude! Focus on the core problem, do not focus on the solution nor the problem on the outer crust!

    • monsieursb · November 15, 2010

      hallo Subandi, salam kenal.. Terima kasih buat komennya ya, sangat meramaikan suasana blog saya. Ada beberapa hal yang mungkin saya komen balik dr komen kamu yang berapi-api itu.
      1) saya setuju kalau untuk memecahkan masalah dengan sesimpel mungkin dibutuhkan kreativitas. Dan menurut saya, kreativitas dimiliki oleh semua orang, hanya belum terlatih saja. Kalau kamu bilang kreativitas tidak dimiliki semua orang, kamu sangat yakin sekali dan menggeneralisir semua orang. Kreativitas itu keterampilan, bukan bawaan. Karena sebagian besar orang di Indo dan di dunia percaya kalau kreativitas hanya milik sebagian orang (seperti kepercayaanmu), maka terjadilah hanya sebagian orang saja yang memiliki kreativitas. Karena yang merasa tidak punya, bahkan tidak memiliki niat sedikitpun untuk melatihnya.
      2) sepertinya kamu terlalu terfokus untuk hal sepele, dibanding pesan secara keseluruhan deh. singkatan KISS, semua orang juga tahu bahwa itu bukan bahasa Inggris yang benar (btw terima kasih juga untuk informasi pelajaran bahasa inggris singkatnya), tapi dengan singkatan aneh itu, saya harap orang lebih mudah mengingat dan mengerti saja.
      3) Kalau kamu yakin harus terfokus pada inti masalah, saya yakin harus terfokus pada solusi. hanya terfokus pada inti masalah tidak pernah menyelesaikan masalah. Tapi hanya dengan fokus pada solusi, kamu baru bisa keluar dari masalah… Jadi ini hanya masalah beda sudut pandang dan beda keyakinan, suatu hal yang wajar tentunya. Tapi dengan perbedaan ini kamu mengatakan keyakinan orang lain “kacau”, itu baru masalah. Coba lakukan dulu, praktekkan dl baru lihat apakah konsep saya bisa diaplikasikan atau tidak. selama belum kamu pernah praktekkan, saya rasa kamu belum bisa bilang konsep saya kacau…

      Terima kasih…
      Saya tunggu komen-komen selanjutnya dari kamu..

    • Jessot · November 15, 2010

      “Focus on the core problem, do not focus on the solution nor the problem on the outer crust!”

      Fokus pada masalah?
      Better focus on the solution. Dengan fokus pada solusi, org tsb pasti juga memperhatikan masalah dan penyebabnya.

      Sama aja kayak kritik… kritik yg hanya sekadar analisis, tapi tidak ada solusi… buat apa? kritik tsb jadi tidak konstruktif, bukan kritik yg bersifat membangun.

  4. Silvy · November 15, 2010

    Nice one, Be.

    Kerap kali gw berurusan sama orang-orang yang selalu memikirkan penyelesaian masalah dengan cara yang rumit. mungkin benar seperti kata komen dari komen di atas gw ini “gambrit” dimana penyelesaian sebuah masalah dipengaruhi oleh tingkat pendidikan seseorang. tapi menurut gw pribadi, efisiensi ataupun kesederhanaan dari sebuah pemecahan bisa dilakukan semua orang yang dapat berpikir kreatif dan melihat permasalahan secara menyeluruh. Ia tidak terburu-buru dalam membuat penyelesaian, sehingga penyelesaian yang diambil pun adalah sebuah solusi kreatif nan sederhana yang dapat menyelesaikan permasalahan tersebut.

    ga butuh penyelesaian yang rumit kan kalau bisa diselesaikan dengan simple?🙂

  5. Aniet · November 16, 2010

    “Focus on the core problem, do not focus on the solution nor the problem on the outer crust!”

    IMHO, gw lebih setuju kalo kalimatnya begini : “focus on solving the core problem, not the problem on the outer crust”

    karena kl cuma fokus ke core problem tp do nothing to solve it, yg ada stress sih jdnya… based on my own experience..🙂

    tp solusinya jg musti tepat sasaran.. ke core problem-nya, ga cuma the outer crust..

    Btw, stuju sama komen jessot🙂

  6. DeJinZz Qre · December 4, 2010

    bagus banget😀 tapi untuk yang pensil itu, ada loh di film 3 idiots (uda nntn blum? klo blum, nntn ya! rekomendasi nih :D) wkwkwkwk. si rancho nanya ‘klo pen ga bs d pake, knp ga pke pensil? kn bs hemat byk duit.’ trz gurunya stlh lama ia ngmg k rancho, ‘pensil itu bisa patah, patahannya bisa nusuk astronotnya, bahkan bisa jatoh ke bumi lg. bahaya.’ klo kata2nya beda dkid sori ya. lupa😛

    keep writing ya😀 saya jd pembaca setia blog ka’sb loh😀

    • monsieursb · December 4, 2010

      Udah nonton kok film itu.. kk nonton tepat setelah selesai ngepost tulisan ini dan dikasih tau juga sama temen kk ttg film ini..
      filmnya bagus… Wah ada pembaca setia… asik… hehehe.. makasih yak, semoga enjoy baca blog kk..

      • DeJinZz Qre · December 4, 2010

        oh ^^ sy uda bca bbrpa tulisan kk. ada yg kocak ada yg inspirational ^^ keep writing ya~😀

  7. SBy - SiBuyung · April 14, 2011

    Alhamdulillah, thank’s tuk Info dalam tulisannya… Menginspirasi dan Menyemangati… Mhn izin diSHARE or diWARISKAN melalui training yg saya adakan…
    usul tambahan tuk KISS = Keep It Simple and Short…

    • monsieursb · April 14, 2011

      wah terima kasih atas sarannya, pak. Senang bertemu dengan sesama dan senior trainer.
      Dan saya lebih senang lagi apabila dapat membantu sesama rekan seprofesi.. silakan di share dengan para peserta training bapak.

      untuk ide anda, LUAR BIASA. terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s