Never Never Never Lose Hope

Alkisah dahulu kala di China, di daerah dekat perbatasan dengan negara lain, hiduplah seorang kakek tua. Kakek ini hidup dengan putranya. Suatu hari saat sedang membawa kudanya pergi makan ke padang rumput, sang putra tanpa sengaja membiarkan kudanya terlepas dan lari ke daerah negara lain. Mendengar kabar ini, para tetangga datang ke rumah sang kakek untuk menghibur beliau. Tanpa diduga, sang kakek malah berkata kepada para tetangganya, “saya memang kehilangan kuda, tapi belum tentu ini adalah sebuah kesialan atau hal buruk.” Mendengar perkataan sang kakek, seluruh tetangga yang datang menjadi bingung dan pulang.

Beberapa bulan kemudian, saat sang putra keluar dari rumah, tiba-tiba ia melihat kudanya kembali sendiri. Tanpa tanggung-tanggung kudanya ini membawa satu kuda lain. Sehingga saat ini sang kakek bukan hanya memiliki satu kuda, tetapi 2 kuda sekaligus. Seluruh penduduk kampung heboh mendengar kejadian ini. Para tetangga kemudian datang kembali ke rumah kakek untuk mengucapkan selamat atas keberuntungan ini. Tetapi sekali lagi sang kakek berkata kepada para tetangganya, “memang saya mendapat satu kuda baru, tapi hal ini belum tentu sebuah keberuntungan.” Tetangganya kembali bingung dengan pernyataan sang kakek.

Kuda baru yang dibawa oleh kuda lama mereka adalah kuda liar yang sangat baik kualitasnya. Oleh karena itu sang putra sangat senang dan sangat bersemangat untuk mencoba menunggang kuda baru tersebut. Saat sedang menunggang kuda baru tersebut, karena belum terbiasa dengan kuda ini dan kurang hati-hati, sang putra terjatuh. Tulang kakinya patah. Para tetangga mendengar kabar ini kembali ke rumah sang kakek untuk menghibur sang kakek. Tetapi sang kakek malah berkata, “memang kelihatannya kejadian ini sebuah hal buruk, tapi belum tentu ini sebuah kesialan.” Tetangganya semakin bingung mendengar hal ini. Bagaimana mungkin kaki sang anak patah bukan sebuah kesialan. Bagaimana hal ini bisa jadi sebuah keberuntungan?

Beberapa bulan kemudian, negara China berperang dengan negara tetangga. Berhubung desa sang kakek merupakan daerah perbatasan dengan negara tersebut, maka seluruh pria yang cukup dewasa dan bisa memanggul senjata diwajibkan untuk pergi berperang. Dan hampir seluruh pria yang pergi berperang tersebut meninggal di medan perang, kecuali putra sang kakek. Putra sang kakek kakinya pincang, sehingga tidak bisa pergi berperang. Oleh karena itu si putra diperbolehkan tinggal di rumah dan melewati hari dengan tenang dengan ayahnya.

[Sumber cerita : Chinese Proverb塞翁失马“ ] Read More

Friends and Enemies of Success

Di sebuah hutan hiduplah seorang pertapa. Pertapa ini dianggap sakti dan bijaksana oleh penduduk di sekitar hutan tersebut, oleh karena itu tidak jarang orang yang datang ke pertapa ini untuk meminta bantuan. Di desa tidak jauh dari hutan sang pertapa, hiduplah seorang pemuda. Dirinya cukup pemalas dan tidak mau bekerja keras, tapi dirinya ingin kaya. Oleh karena itu, pemuda ini memutuskan untuk mencari sang pertapa untuk meminta pertolongan. Setelah beberapa mencari lokasi pertapa ini, sang pemuda akhirnya bertemu dengan sang pertapa. Tanpa panjang lebar, sang pemuda langsung mengutarakan niatnya kepada sang pertapa. “Wahai pertapa bijaksana, saya ingin cepat kaya tanpa harus berusaha keras! Tolong bantu saya.” Lalu sang pertapa menjawab, “Hal ini mudah, kamu tinggal ke tebing dekat laut di seberang desa kamu. Cari sebuah batu yang ketika kamu pegang terasa hangat dan sangat halus. Jika kamu bisa menemukan batu ini, artinya kekayaan akan segera datang ke kamu. Pemuda ini menurut dan keesokan harinya ia langsung pergi ke tempat yang ditunjukkan oleh sang pertapa. Tempat tersebut ternyata sebuah tebing yang sangat besar dan banyak sekali batu. Pemuda ini langsung mulai mengambil satu batu dan memeriksa batu tersebut. Ternyata batu tersebut terasa dingin dan permukaannya kasar. Oleh karena itu bukan batu yang di maksud, maka ia melempar batu tersebut ke luar tebing, ke arah laut. Satu per satu pemuda ini memeriksa batu di sana, dari pagi hari sampai matahari tenggelam. Tetapi tidak ada satupun batu yang terasa hangat dan halus. Keesokan paginya ia kembali datang ke tempat tersebut dan melakukan kegiatan yang sama, tapi selalu dengan hasil yang sama. Semua batu yang dipegangnya selalu dingin dan kasar. Ia terus melakukan kegiatan ini hari demi hari, bahkan bulan demi bulan, dan selalu dengan hasil yang sama. Suatu hari, ia kembali datang ke tebing ini dan melakukan kegiatan yang sama. Setelah lewat berjam-jam di tebing tersebut, ia mengambil sebuah batu, dipegang sebentar di telapak tangan dan langsung dilempar ke laut. Tapi tiba-tiba dia jatuh berlutut, berteriak kencang dan mulai menangis. Ternyata batu yang dibuang tersebut adalah batu yang dicari-cari dirinya selama ini. Batu yang hangat dan halus. Tapi karena pemuda ini selama berbulan-bulan terbiasa mengambil batu, dipegang  sebentar dan langsung dilempar ke laut, tanpa terasa ketika batu yang dicari-cari telah ketemu, ia secara otomatis tetap membuang batu tersebut. Saat dirinya sadar, semuanya telah terlambat. Kebiasaan dirinya telah menyebabkan batu yang dicari-cari selama berbulan-bulan terbuang begitu saja. Read More

Life is Like a Cup of Coffee

Sekelompok alumni yang sudah sangat mapan dalam hal karir pekerjaan, memutuskan untuk berkunjung ke rumah dosen dari universitas mereka dulu. Perbincangan di antara mereka di awali dengan menceritakan kabar masing-masing, pengalaman menyenangkan semasa kuliah. Tetapi perlahan-lahan, topik pembicaraan mereka mulai mengarah pada keluhan-keluhan mereka akan stress pekerjaan dan hidup mereka.

Sementara para mahasiswanya sedang berdiskusi tentang keluhan-keluhan hidup, sang dosen menawarkan para tamunya ini kopi. Setelah semua tamunya setuju dengan tawarannya, sang dosen ini pergi ke dapur dan segera kembali ke ruang tamu dengan satu teko besar kopi dan beberapa macam cangkir. Cangkir ini ada yang terbuat dari plastik, porselin keramik, kaca, kristal, kayu, logam, dll. Beberapa dari cangkir tersebut terlihat murah, beberapa terlihat mahal, beberapa terlihat sederhana dan polos, beberapa terlihat sangat cantik dan anggun.

Sang dosen mengatakan kepada para tamunya untuk tanpa sungkan-sungkan melayani diri mereka sendiri. Lalu para alumni ini mulai satu per satu memilih dan mengambil cangkir, kemudian menuangkan kopi ke dalamnya. Setelah semua telah memilih cangkir dan menuangkan kopi ke dalamnya, sang dosen berkata : Read More

Small Things Big Difference

Suatu senja di sebuah tepi pantai, seorang kakek berjalan menyelusuri pantai sambil menikmati pemandangan laut di sore hari. Setelah berjalan beberapa saat, sang kakek melihat ada jejak kaki di pantai. Jejak kaki seorang anak. Ia kemudian menerawang ke depan berusaha mencari sosok pemilik jejak kaki tersebut. Terlihat di kejauhan seorang anak lelaki sedang berjalan pelan sepanjang pantai, sambil sesekali membungkuk lalu melempar sesuatu ke laut. Anak ini terus melakukan kegiatan tersebut berulang-ulang kali secara konsisten.

Didorong oleh rasa penasaran, sang kakek akhirnya mempercepat langkah kakinya demi mengejar sang anak tersebut. Akhirnya setelah beberapa lama berjalan, sang kakek berhasil mengejar anak tersebut. Ternyata anak tersebut selama ini sambil menyelusuri tepi pantai, sambil memungut bintang laut dan melemparkannya ke laut. Sang kakek semakin penasaran dan bertanya kepada si anak, “Nak, apa yang sedang kamu lakukan?”

Sang anak menoleh ke arah sang kakek, kemudian menjawab, “saya sedang menyelamatkan nyawa para bintang laut ini. Apabila mereka tidak saya tolong, maka mereka bisa meninggal karena kekeringan!”

Mendengar jawaban ini, sang kakek tertawa dan membalas, “nak, pantai begitu panjang dan bintang laut di sepanjang pantai ini begitu banyak! Tidak mungkin kamu sendiri bisa menolong sebegitu banyaknya bintang laut! Itu pekerjaan yang percuma dan hanya membuang tenaga! Kamu tidak mungkin seorang diri mampu membuat perbedaan yang besar!” Read More

Manusia, Anak Tangga & Kunci

Ada sepasang kakak beradik. Mereka berdua tinggal di apartemen di lantai 80. Suatu hari saat mereka kembali ke rumah setelah berlibur, ternyata ada pemadaman listrik di gedung apartemen mereka selama 1 hari penuh. Walaupun mereka membawa satu tas punggung besar dan berat, mereka tidak punya pilihan lain selain naik tangga darurat untuk kembali ke apartemen mereka. Sang kakak berkata, “kita saat ini hanya bisa naik tangga kalau ingin pulang.” Akhirnya kakak beradik ini pun menuju tangga darurat dan mulai mendaki tangga satu per satu.

Awal pendakian, mereka masih penuh dengan tenaga dan  saling bercerita tentang liburan mereka. Bercanda dan tertawa. Namun sesampainya di lantai 20, mereka mulai kelelahan. Sang kakak kembali berkata, “wah, tas punggung kita terlalu berat! Bagaimana kalau kita tinggalkan saja tas kita disini, kemudian saat listrik sudah nyala kembali, kita baru kembali mengambil tas kita.” Sang adik pun setuju dengan ide tersebut. Mereka akhirnya menaruh tas mereka yang berat di lantai tersebut dan melanjutkan mendaki.

Mereka melanjutkan mendaki sambil tertawa-tawa dan bercanda. Sampai akhirnya di lantai 40, mereka benar-benar sudah merasa kelelahan. Mereka mulai frustasi karena walau mereka sudah kelelahan, ternyata mereka baru mendaki setengah jalan. Saat itu kakak beradik ini mulai saling menggerutu dan saling menyalahkan. Saling menunjuk mengapa tidak perhatian dan mengingat pengumuman tentang pemadaman listrik. Mereka sambil bertengkar sambil lanjut mendaki. Read More

R.A. Kartini : Wanita Biasa dengan Mimpi Luar Biasa

Kartini merupakan salah seorang pahlawan Indonesia yang paling diingat oleh bangsa kita. Kita memiliki banyak pahlawan nasional, tetapi yang memiliki hari nasional sendiri itu hanya sedikit. Hari lahir R.A. Kartini dirayakan secara tersendiri sebagai sebuah hari nasional. Hari Kartini bahkan merupakan hari nasional termeriah kedua setelah HUT Kemerdekaan RI. Setiap tahun pada Hari Kartini, di mana-mana dapat kita lihat orang-orang, terutama wanita, menggunakan pakaian adat. Kemudian di TV hampir tidak putus-putusnya iklan dan acara yang membahas tentang Hari Kartini.

Teman-teman, apabila kita membayangkan dan membandingkan Kartini dengan pahlawan nasional lainnya, mungkin kita dapat melihat bahwa Kartini bahkan tidak pernah angkat senjata melawan penjajah. Tidak mempertaruhkan nyawanya di medan perang demi kemerdekaan bangsa Indonesia. Kartini jika kita perhatikan bahkan kehidupannya pun seperti wanita pada umumnya, wanita biasa. Tetapi mengapa beliau mendapat tempat khusus di hati bangsa kita? Mengapa hanya Kartini yang mendapat hari raya khusus?

Hari Kartini

Apa yang membuat Kartini begitu spesial bagi bangsa kita?

Menurut saya, ada 2 hal yang membuat Kartini begitu spesial. Read More

The Pot of Life

Teman-teman, menemukan tempat kerja yang nyaman, menyenangkan, menawarkan kompensasi yang tepat, dan dapat menjadi tempat pengembangan diri yang kondusif, selalu menjadi impian setiap orang. Saya merupakan salah seorang yang beruntung dalam hal ini.

Walau hanya bekerja sekitar 5 bulan sebelum saya mendapat beasiswa ke China, bekerja di PT. Dankos Farma merupakan sebuah pengalaman yang luar biasa bagi saya. Di luar dari saya mendapatkan meja paling kecil di antara rekan kerja yang lain, di sana saya bekerja dengan rekan-rekan yang menyenangkan dan atasan yang luar biasa. Saya juga belajar banyak sekali hal baru, baik dalam skill, attitude, kebiasaan sehari-hari, pandangan hidup, dll.

  1. Saya belajar bagaimana hidup rapih dari 5R di kantor, walaupun sampai hari terakhir saya tetap menjadi  orang dengan temuan terbanyak ketika ada pemeriksaan 5R.
  2. Saya belajar bagaimana mendengarkan perintah atasan walau saya punya pendapat lain. Sebelumnya saya selalu menjadi orang yang berada “di atas” dan orang lain yang harus mendengarkan saya. Tapi saya selalu percaya bahwa seorang pemimpin yang baik adalah seorang yang bisa dipimpin terlebih dahulu.
  3. Saya belajar untuk mencintai pekerjaan yang kita tidak sukai. Saya sangat tidak suka dengan pekerjaan administrasi di belakang meja dan layar monitor, tapi itulah jobdesc utama saya selama di Dankos. Saya percaya bahwa kita tidak akan pernah selalu mendapatkan apa yang kita mau, tapi kita selalu bisa berusaha mencintai dan memaksimalkan dari apa yang kita dapatkan.

Kalau mau diteruskan, tentunya list di atas masih dapat ditambahkan. Tapi saat ini, saya mau berbagi dengan teman-teman tentang sebuah pelajaran hidup sederhana yang saya dengar dari manajer saya. Ketika itu manajer saya sedang membawakan sebuah training. Ia bercerita tentang filosofi teko. Read More

Enjoy The Process, Enjoy The Outcome

Alkisah di negeri China hiduplah seorang petani. Petani ini mempunyai sikap yang tidak sabaran dan selalu tergesa-gesa. Suatu pagi saat pergi bekerja, ia melihat bahwa padi di sawahnya tidak setinggi padi milik sawah tetangganya. Petani ini mengabaikan fakta bahwa si pemilik sawah sebelah telah menanam padinya terlebih dahulu dibanding dirinya. Ia menggerutu kepada dirinya mengapa padi di sawahnya tumbuh begitu lambat?!

Tiba-tiba, ia menemukan sebuah ide yang cemerlang! Ia berpikir bahwa kalau mau membuat padinya lebih cepat tumbuh, maka ia bisa membantu proses tersebut dengan cara menarik sedikit padinya ke atas. Kemudian selama satu hari penuh, petani tersebut menarik ke atas sedikit padi yang telah ditanamnya satu per satu. Saat sore datang, semua padinya telah menjadi sama tinggi dengan padi di sawah sebelah. Petani ini merasa dirinya sangat pintar dan jenius. Dengan bangganya pulang ke rumah.

Sesampainya di rumah, ia berkata kepada istrinya kalau hari ini dirinya sangat lelah, karena telah melakukan suatu hal yang luar biasa pintar. Ia berkata bahwa karena kepintaran dirinya, maka padi di sawahnya tumbuh lebih cepat dan sama tinggi dengan padi milik tetangga. Read More

Saat Hati Anda Tidak Dapat Tersenyum

Sosial Media di Indonesia bukan hanya merupakan sebuah sarana untuk berkomunikasi. Sosial media seperti Facebook, Twitter, Path, dan sebagainya, mempunyai fungsi baru yaitu sebagai konselor terapis hati. Hampir setiap hari di timeline Facebook atau Twitter kita bisa melihat curhat colongan banyak orang. Mau dari curhat yang mengenaskan hati sampai memanaskan hati para pembacanya.

social-media-confusionSebagai konselor terapis hati, facebook dan twitter memiliki segala kriteria terbaik seorang konselor, yaitu : pendengar yang baik, tidak akan menginterupsi, dan tidak menilai buruk kita. Buktinya facebook dan twitter sekarang ini adalah konselor terapis hati dengan jumlah pasien terbesar di Indonesia, di mana saya termasuk salah satu daftar pasien setianya. Apalagi jika saya kebetulan sedang saya baru saja mengalami sebuah peristiwa yang mengecewakan dan menyedihkan. Walaupun banyak orang merasa sosmed jangan dijadikan area curhat, tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa ketika bisa curhat di sosmed terkadang membawa kelegaan tersendiri.

Kalau kita adalah pengikut prinsip : kita tidak dapat dan tidak perlu menyenangkan semua orang, dan jadilah diri sendiri. Maka kita harus konsisten dengan hal tersebut. Jangan marah juga ketika orang lain berusaha menjadi dirinya sendiri, yang mungkin salah satunya adalah curhat di sosmed. Kita harus belajar untuk bisa menerima bahwa cara setiap orang mengekspresikan dan mengelola kekecewaan dan kesedihan itu berbeda-beda.

Berbicara soal mengelola perasaan kecewa atau sedih, saya seringkali dikatakan oleh teman-teman saya bahwa saya orang yang pintar mengelola emosi. Bahkan ketika menghadapi masalah besar, saya mampu membawa diri dengan baik di luar. Saat ini saya ingin berbagi sedikit rahasia bagaimana saya bisa mengelola emosi diri dengan baik. Namun sebelumnya, saya akan sedikit menjelaskan sedikit tentang psikologis manusia.

Dalam diri manusia terdapat 3 elemen utama yang berpengaruh besar dalam kehidupan kita sehari-hari. 3 elemen tersebut adalah Pikiran, Emosi, Tubuh. Saya singkat dengan sebutan PET.

Pikiran (mind), Emosi (emotion), dan Tubuh (body), ketiga elemen ini saling terkait dan saling mempengaruhi satu sama lain dan pada akhirnya menghasilkan perilaku tertentu.

Ketika emosi kita mengalami perubahan, maka kondisi pikiran dan tubuh lainnya ikut berubah. Demikian juga seandainya pikiran atau tubuh kita mengalami perubahan, maka dua elemen lainnya ikut terpengaruh.

Read More

Manusia Remote AC

Ada 2 buah alat yang berhubungan dengan suhu udara dan hampir setiap rumah memilikinya. Alat itu adalah termometer dan termostat. Teman-teman pasti sudah tahu apa itu termometer. Termometer adalah alat untuk mengukur suhu, baik suhu benda, orang, hewan, atau ruangan tertentu. Tapi mungkin hanya sebagian dari teman-teman familiar dengan kata termostat. Berlawanan dengan termometer, termostat itu adalah alat yang menentukan atau mengatur tinggi rendahnya suhu itu sendiri. Contoh termostat paling sederhana dan dapat ditemukan di mana-mana adalah remote AC.

Termometer tugasnya adalah mengukur suhu udara, sehingga ketika suhu udara di sekitar berubah maka dirinya akan ikut berubah. Ketika suhu dingin, maka termometer akan menunjukkan angka yang rendah. Ketika suhu panas, maka termometer akan menunjukkan angka yang tinggi. Termometer terus berubah mengikuti lingkungan. Ia tidak bisa mengubah lingkungan, hanya bereaksi terhadap hal yang terjadi pada lingkungan.

termometer vs termostat

Di lain pihak, termostat bekerja kebalikan dengan termometer. Termostat tidak bereaksi dan pasrah terhadap suhu lingkungan. Justru termostat yang menentukan suhu ruangan sekitarnya. Termostat mempengaruhi linkungan sekitarnya. Ketika kita mengatur suhu di termostat pada suhu 20°C, maka termostat akan membuat seluruh ruangan menjadi bersuhu 20°C. Read More