5 Pelajaran EQ Sederhana dari Film Inside Out

INSIDE-OUT

Saya selalu suka dengan film animasi Pixar melebihi film animasi dari produksi studio lainnya. Mengapa? Karena Pixar mampu menyuguhkan sebuah cerita animasi yang menarik, lucu, menyentuh, dan penuh dengan pelajaran hidup bagi anak kecil maupun dewasa. Anak yang menonton mampu terhibur, orangtua dan dewasa yang menonton mampu tersentil melalui pembelajaran yang disuguhkan dalam sebuah kisah yang menarik. Dan kecintaan saya terhadap film Pixar semakin menjadi-jadi setelah keluarnya film terbaru mereka, yaitu Inside Out!

Saya adalah seorang trainer yang bergerak di bidang kesehatan psikologis, sehingga saya sangat sering berbicara dengan kecerdasan emosi, karena salah satu ciri mereka yang mampu sehat secara psikologis adalah mereka yang pintar dalam mengelola emosi. Dan Pixar melalui film Inside Out membantu saya dalam tugas saya. Pertama, film ini membangun kesadaran seberapa pentingnya emosi dalam hidup seseorang. Kedua, Inside Out menggambarkan secara sederhana cara kerja emosi, yang memungkin saya meminjam film tersebut untuk menjelaskan kecerdasan emosi kepada banyak orang.

Untuk poin kedua di atas, mari kita melihat beberapa pelajaran mengenai kecerdasan emosi yang diberikan oleh film ini. Memang film ini dapat dibedah secara mendalam, tetapi pada kesempatan ini mari kita pelajari 5 hal sederhana saja.

1. Emosi adalah energi pendorong manusia

Dalam film, digambarkan bahwa si Riley (tokoh utama) akan bergerak melakukan sesuatu hal apabila emosi tertentu dalam kepalanya menggerakkan tuas kendali. Jika si anger yang menggerakkan tuas, maka Riley akan bertindak meledak-ledak yang menunjukkan kemarahan. Jika Joy yang mengambil kendali, maka Riley akan bersenang-senang, tertawa dan bersemangat.

Emosi adalah Energi

Emosi adalah Energi

Manusia dapat bergerak dan beraktivitas membutuhkan energi pendorong, dan energi pendorong tersebut adalah emosi yang kita rasakan. Kita sehari-hari melakukan sesuatu didorong oleh emosi yang kita rasakan, bukan apa yang kita pikirkan harus kita lakukan. Contoh : ketika kita sedang merasa sedih, maka kita tidak akan memiliki energi untuk melakukan kegiatan apapun, bahkan ketika itu adalah hobi kita. Ketika kita sedang senang karena pasangan baru saja memberikan kejutan, maka seharian kita bisa merasa bersemangat dan sulit tidur karena energi sangat banyak.

2. Emosi adalah pesan dari diri kita

Emosi tidak ada yang baik atau negatif. Tolong dicatat teman-teman. Menurut saya, poin pembelajaran ini adalah poin terutama yang ingin ditonjolkan dalam film ini. “it’s okay to be sad sometimes.” adalah satu kalimat yang langsung muncul dalam pemikiran saya ketika film ini selesai. Jadi bahkan emosi sedih bukan sebuah emosi yang perlu disingkirkan dan dijauhi, karena sedih memiliki manfaatnya sendiri. Demikian juga emosi yang lainnya, mereka memiliki manfaatnya masing-masing. Emosi sebenarnya pembawa pesan dari diri kita sendiri kepada diri kita, yang gunanya adalah untuk membuat kita bertahan hidup di dunia ini. Emosi adalah defense mechanism manusia sejak pertama dilahirkan.

IO Characters Message 1

Film ini membantu kita untuk mengerti pesan yang disampaikan oleh masing-masing emosi, terutama ketika di bagian awal film ketika Joy memperkenalkan satu per satu emosi di kepala Riley. Fear / takut membuat kita waspada dan melakukan persiapan cukup untuk kita dalam kondisi aman. Disgust / jijik membantu kita untuk menjauhi hal-hal yang dapat meracuni kita secara fisik, sosial dan moral. Anger / marah membantu kita untuk membela diri kita mendapatkan keadilan. Sadness / sedih membantu kita untuk merefleksikan kejadian yang tidak mengenakkan dan membuat kita belajar dari sana.

Mampu mendengarkan pesan yang ingin disampaikan oleh emosi kita, membantu kita untuk menjadi manusia yang lebih dewasa dan baik. Apakah kita sudah mendengar pesan yang ingin disampaikan oleh emosi kita?

3. Setiap manusia punya emosi utama

Kalau kita teliti dalam menonton film ini, kita dapat melihat di setiap karakter dalam film Inside Out terdapat pemimpin emosi yang berbeda-beda. Setiap pemimpin emosi ini adalah emosi yang duduk di tengah dari ruang kontrol. Hal ini terlihat jelas ketika terjadi percakapan antara Riley, ibunya dan ayahnya di meja makan. Emosi riley dipimpin oleh Joy, ibunya dipimpin oleh Sadness, dan ayahnya dipimpin oleh Anger.

HQ Leader

Hal ini sepertinya mudah untuk terlewatkan oleh orang-orang, tetapi detil kecil ini sangat penting dalam pelajaran kecerdasan emosi. Setiap manusia memiliki tema emosi utama, apakah dirinya seorang yang ceria, mudah marah, sedih, khawatir, dsb. Inilah yang menyebabkan setiap orang berbeda satu dengan yang lain. Ketika kita mampu memahami siapakah emosi pemimpin dalam diri kita, maka kita dapat mengontrol emosi kita dengan lebih baik.

4. Hati-hati ketika Anger memegang kendali hidup kita

Di film, ketika si Joy dan Sadness terlempar keluar dari ruang kendali, maka tersisa 3 emosi yang mengendalikan Riley. Dari ketiga emosi tersebut, Anger yang kemudian menjadi pemimpin dan paling sering mengambil kendali. Tetapi ketika akhirnya Anger mulai mengambil alih, kehidupan Riley malah menjadi semakin buruk karena sikap yang ditunjukkan Riley selalu meledak-ledak, kasar dan bermusuhan dengan orang lain.

anger inside out

Hal ini juga berlaku bagi kehidupan kita sehari-hari. Seperti yang dibahas di atas, Anger diperlukan untuk kita mendapatkan keadilan. Tetapi ketika kita membiarkan Anger mengontrol hidup kita terlalu lama, maka Anger akan mulai mengacaukan hidup kita. Mengapa? Karena Anger akan membuat kita senantiasa mengartikan setiap kejadian yang terjadi itu tidak adil kepada kita, kita akan lebih mudah menganggap orang lain mengganggu kita, dan kemudian kita akan memunculkan perlakuan yang tidak menyenangkan. Pada akhirnya, kita akan berkonflik dan dijauhi oleh orang lain.

5. Emosi adalah kacamata kita dalam memandang dunia

Salah satu bagian dalam film yang menarik bagi saya adalah ketika si Joy dan Sadness ngobrol soal memori terbaik bagi mereka masing-masing. Ketika mereka membicarakan satu memori, kejadian tersebut menjadi berbeda tergantung dari Joy atau Sadness yang mengingatnya.

joy and sadness

Hal yang sama terjadi dengan kita sehari-hari. Bagaimana kita mengartikan kejadian/peristiwa yang terjadi pada kita, sangat tergantung dengan emosi yang kita rasakan. Ketika kita sedang marah, bercandaan teman akan menjadi sebuah hinaan yang tidak dapat ditoleransi. Saat kita sedang merasa bahagia, kita akan cenderung memiliki pemikiran positif dan optimisme pada masalah-masalah yang kita alami. Oleh karena itu berhati-hatilah dalam mempercayai apa yang kita pikirkan mengenai suatu kejadian. Sadarlah emosi apa yang sedang memegang kendali, dan sadarlah bagaimana emosi tersebut mempengaruhi bagaimana cara kita memandang satu hal. Oleh karena itu ada baiknya kita berpikir ulang mengenai suatu kejadian ketika emosi kita berubah agar kita dapat mengartikan sebuah kejadian dengan lebih netral dan sesuai dengan fakta yang terjadi.

Inside Out - Emotion Poster Collaboration

Kesimpulannya, kecerdasan emosi adalah hal yang sangat penting bagi kehidupan seseorang. Ketika kita mampu sadar terhadap emosi yang sedang memegang kendali, kita bisa mengontrol emosi kita. Ketika kita mampu mengontrol emosi kita, maka kita bisa mempunyai hubungan interpersonal yang lebih baik dan pada akhirnya akan mampu mendorong karir kita. Tapi ketika kita tidak sadar akan emosi kita sendiri, maka emosi kitalah yang akan mengontrol diri kita. Sehingga pada akhirnya kita akan kehilangan kontrol terhadap hidup kita.

Kastena Boshi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s