Memaknai Rasa Kebangsaan

Menjelang perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia pada tahun ini, kita disuguhi 2 buah peristiwa yang menarik. Peristiwa tersebut memberi perayaan 17 Agustus 2016 sebuah warna yang berbeda. Peristiwa pertama adalah kejadian menteri ESDM yang diberhentikan dengan hormat karena ternyata memiliki 2 kewarganegaraan. Peristiwa kedua adalah kejadian seorang siswi SMA bernama Gloria Natapradja, yang berhasil melewati seleksi ketat dan berlatih selama berbulan-bulan untuk menjadi seorang anggota paskibraka pada upacara bendera di Istana Negara, yang pada akhirnya “dikeluarkan” karena ia ternyata dinyatakan sebagai seorang Warga Negara Asing (WNA) bukan Warga Negara Indonesia (WNI), sebab ayahnya berwarga negara Perancis dan ia memegang paspor negara Perancis.

Potongan berita diambil dari Kompas

Potongan berita diambil dari Kompas

Read More

Advertisements

Ujian Bagi Persatuan Indonesia

Saat kita tahu ada seorang suami berselingkuh, itu bukan artinya suami saya pasti berselingkuh. Saat kita dengar ada seorang istri yang membunuh suaminya sendiri, kita sadar istri kita juga bukan artinya pembunuh.

Kita juga sadar adalah sebuah kesalahan ketika kita menuding dan menghukum suami/istri kita sendiri atas perbuatan salah yang dilakukan oleh suami/istri keluarga lain. Karena ketika menuding dan menghukum anggota keluarga kita atas hal yang dia tidak dia perbuat (tapi diperbuat oleh orang lain di keluarga mereka sendiri), maka perpecahan akan terjadi. Kerukunan terganggu.

Bahkan kita seharusnya bersyukur karena punya suami/istri yang lebih baik dari suami/istri keluarga lain tersebut. Berkaca dari kejadian keluarga lain untuk saling berdiskusi agar tercegah kejadian tersebut di keluarga kita.

Keluarga kita adalah keluarga kita. Keluarga orang lain bukanlah keluarga kita. Read More