Catatan Samping TEDx [Part 2] : Kesempatan Datang Ketika Kita Pantas

Tulisan ini adalah bagian dari serangkaian pembelajaran yang saya refleksikan dari pengalaman saya ketika menjadi Pembicara TEDxBinusUniversity.

Bagian 2.

TED Talks dan TEDx menjadi acara-acara yang sangat saya kagumi dari sejak lama. TED menjadi tempat saya untuk mendapatkan banyak pembelajaran baru, mencari bahan untuk artikel tulisan dan pelatihan/seminar, maupun hanya sekedar untuk terinspirasi dengan ide-ide yang dibagikan di sana oleh para pembicara yang luar biasa. Para pembicara di sana orang-orang yang dianggap merupakan ahli di bidangnya, para peneliti, para penulis, dsb. Sebagian besar penulis buku favorit saya dan orang yang saya kagumi merupakan pembicara di TED atau TEDx.

Mempertimbangkan betapa saya menyukai video-video TED TALKS ataupun TEDx, serta kenyataan bahwa saya adalah seorang trainer, seorang pembicara, seorang penjaja ide, maka menjadi sangat wajar kalau saya ingin sekali suatu saat nanti akan menjadi seorang pembicara TEDx. Keinginan saya untuk menjadi pembicara TEDx memiliki intensitas yang sama besarnya dengan saya ingin menerbitkan buku sendiri.

Ketika akhirnya kesempatan itu datang, saya tanpa berpikir panjang langsung merengkuhnya dengan sesegera mungkin.

Read More

Advertisements

3 Things

3 hal dalam hidup yang tak pernah kembali

  1. Waktu
  2. Perkataan
  3. Kesempatan

Teman-teman, kita tak akan pernah bisa memutar kembali waktu. Tapi kita bisa menciptakan kenangan dengan waktu yang masih kita punya. Manfaatkanlah waktu yang ada, walau waktu hidup kita hanya “sekejap mata”, untuk menciptakan kenangan yang berarti. Kenangan yang manis bagi diri kita dan orang-orang lain di sekitar kita. Kenangan manis yang selalu bisa dikenang bukan hanya oleh diri kita, tetapi oleh orang-orang yang hidup setelah masa hidup kita telah berlalu.

Time is free but it’s priceless, you can’t own it but you can use it. You can’t keep it but you can spend it.

Kita tak akan pernah bisa menarik ucapan yang telah kita keluarkan. Perkataan kasar yang keluar dari mulut kita tidak akan pernah dapat kita tarik kembali hanya dengan sebuah ucapan “maaf“. Kita tak akan pernah dapat menghapus lubang di hati orang lain akibat dari apa yang telah kita katakan hingga membuat orang lain marah, terluka atau menangis. Lubang itu akan selamanya berada di sana, di hati teman-teman atau orang yang kita kasihi. Read More

Benih dan Buah

Halo teman-teman, pada kesempatan ini saya akan kembali melanjutkan pembicaraan saya tentang doa. Pada kesempatan terdahulu, saya menuliskan tentang bagaimana cara Tuhan menjawab doa kita. Saat kita berdoa kepada Tuhan, biasanya isi doa kita adalah hal-hal yang kita impikan, hal yang penting bagi diri kita, dan kita minta kepada Tuhan untuk mengabulkannya. Kemudian saya menuliskan bahwa Tuhan menjawab doa kita dengan memberikan kita kesempatan. Kesempatan yang memungkinkan kita untuk “mengabulkan” sendiri doa kita. Mewujudkan doa kita sendiri menjadi kenyataan. Tuhan tidak akan serta merta  mengabulkan doa kita “bulat-bulat” sesuai yang kita minta seperti sihir.

Masalahnya, selama ini kebanyakan dari kita berharap doa dapat menjadi seperti sihir. Doa memiliki kekuatan gaib. Lalu semua keinginan kita terpenuhi dengan sendirinya. Dengan adanya keyakinan seperti itu, kita pada akhirnya menjadi lebih pasif dan bermain “wait and see games“. Saya percaya, pada beberapa kasus, kekuatan doa dapat seperti sihir dan di luar akal sehat manusia. Tapi itu sangat jarang sekali terjadi. Pada kasus sisanya, kita harus menjadi lebih aktif dalam mengejar dan mewujudkan semua doa kita.

Bagaimana caranya? Read More

How God answer all your prayer?

Pray hard work hard

Doa adalah sebuah kata yang sangat akrab di telinga semua orang di dunia. Doa merupakan sebuah kegiatan memiliki makna penting bagi banyak orang di dunia. Doa adalah salah satu perilaku yang sangat universal, tidak terbatas oleh waktu, bangsa, kebudayaan, agama dan kepercayaan. Dari ribuan tahun yang lalu, sampai masa modern ini, doa terus dipanjatkan. Suku bangsa mana pun, kegiatan berdoa selalu ada sebagai salah satu ritual kebudayaannya. Doa adalah salah satu perilaku manusia yang paling tua dan paling penting dalam sejarah peradaban manusia.

Apa sih makna doa?

Dari masa ke masa, tanpa memandang suku dan daerah, manusia percaya bahwa kita hidup bergantung dengan sebuah kekuatan yang lebih besar dari kita. Kelangsungan hidup kita bergantung atas kehendak kuasa tersebut. Kuasa yang dimiliki oleh sebuah entitas yang tidak dapat diketahui dengan pasti, tetapi hampir dari kita semua percaya ada. Sebuah entitas yang memiliki bermacam-macam nama panggilan tergantung daerah dan budaya lokal setempat. Seiring dengan berjalannya waktu dan globalisasi kebudayaan, maka entitas tersebut mulai mendapatkan nama yang bisa diterima oleh semua masyarakat. Saat ini kita menyebut entitas tersebut sebagai Tuhan.

Karena kelangsungan hidup kita sangat bergantung pada kemurahan hati dan kehendak Tuhan, maka harus ada satu cara agar kita bisa berkomunikasi dengan Tuhan dengan berbagai tujuan. Tujuan doa dapat disimpulkan menjadi 2 hal besar, yaitu :

  • Permohonan
  • Pengucapan rasa syukur

Dari kedua tujuan tersebut, saya cukup yakin kalau doa jauh lebih sering digunakan manusia untuk memohon sesuatu hal kepada Tuhan daripada untuk mengucapkan rasa syukur. Berbicara tentang memohon sesuatu kepada Tuhan, seharusnya permohonan tersebut boleh dikabulkan boleh tidak. Karena kita semua pun hidup atas kehendaknya dan Tuhan adalah si Maha Kuasa. Jadi tidak ada kewajiban Tuhan untuk mengabulkan. Kita tidak boleh dan tidak dapat memaksa, hanya berharap pada kemurahan hati Tuhan.

Sejauh ini saya yakin semua (yang beragama dan berkeyakinan akan Tuhan) pasti setuju dengan pernyataan saya di atas. Dan semua orang tahu akan logika sederhana itu, terutama bagi mereka yang besar dalam didikan agama tertentu. Akan tetapi ada 1 hal yang terus membuat saya heran. Mengapa banyak yang marah kalau doanya tidak dikabulkan? Read More