KISS : Keep It So Simple

Sebagai seorang trainer, saya hampir setiap bulan harus membuat banyak modul (manual) pelatihan. Dalam membuat modul, tantangan yang dihadapi adalah bagaimana kita menerangkan dan menerjemahkan sebuah konsep paling sulit sekalipun, menjadi sebuah aktivitas training yang menyenangkan dan mudah dimengerti oleh siapapun. Pembuat modul yang baik adalah orang yang bisa membuat aktivitas tersimpel dari konsep tersulit.

Tapi kebanyakan manusia berpikir terlalu ribet. Kita kadang-kadang disekolahkan tinggi-tinggi malah membuat diri kita seringkali overthink. Padahal solusi dari sebuah masalah bisa jadi sangat mudah, naif, dan terkadang agak bodoh.

Efisiensi adalah suatu hal yang penting di dalam dunia manajemen, bahkan hal penting untuk di segala segi kehidupan manusia. Sebagai seorang anggota tim yang baik, kita memiliki tanggung jawab bukan hanya dalam membawa tim kita mencapai tujuan bersama, tetapi juga tanggung jawab dalam mencari cara terbaik untuk memecahkan setiap masalah yang terjadi. Tetapi seringkali kita terkecoh saat menghadapi suatu masalah, dan walaupun masalah tersebut terpecahkan, tetapi pemecahan yang ada bukanlah suatu pemecahan yang efisien dan justru malah terlalu rumit. Pemecahan masalah, terkadang adalah hal yang paling sederhana yang paling sering kita lupakan. Jadi berpikir kreatif dan simple dalam setiap masalah.

Mari kita coba lihat dalam tiga kasus di bawah ini: Read More

The Deadliest Prison on Earth

Dua orang kakak beradik, Floyd Cunningham (10 tahun) dan Glenn Cunningham (8 tahun), menjadi korban dalam sebuah kebakaran sekolah. Floyd meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Glenn mengalami luka bakar parah pada kedua kakinya. Ia kehilangan hampir semua daging pada kedua lutut dan  tulang keringnya, dan kehilangan semua jari telapak kaki kirinya. Para dokter yang menangani Glenn, merekomendasi agar kedua kaki Glenn diamputasi. Hal ini kemudian tidak jadi dilakukan karena Glenn meminta dan memohon kepada kedua orangtuanya untuk tidak mengijinkan para dokter mengamputasi kakinya. Dokter telah memprediksikan dan memvonis bahwa Glenn tidak bisa berjalan lagi.

Tapi dengan keyakinan, tekad dan usaha yang luar biasa (dan pijitan di kaki Glenn dari orangtuanya setiap hari), kurang lebih 2 tahun setelah kejadian tersebut Glenn pertama kalinya mencoba untuk kembali berjalan. Singkat cerita akhirnya Glenn berhasil bisa berjalan, bahkan ia bisa berlari!! Ia memutuskan menjadi atlet lari. Hasil yang diperoleh luar biasa, dari tahun 1932 – 1934, ia memenangi 6 Kejuaraan Lari Indoor. Kemudian di tahun 1936, ia memenangi medali perak di Olimpiade Berlin. Pada tahun 1938, ia mencetak rekor sebagai pelari 1 mill tercepat di dunia (saat ini rekornya sudah dipecahkan oleh beberapa pelari lainnya). Pada tahun yang sama pula, ia meraih gelar doktoralnya dari Universitas New York.

dr. Glenn Cunningham mempunyai nama julukan “the Kansas Flyer”, “ the Elkhart Express” dan “the Iron Horse of Kansas”. Sebuah taman di tempat asalnya, Elkhart, Kansas, diberi nama sesuai dengan namanya sebagai penghargaan untuk dirinya. Dari anak kecil yang sudah divonis tidak akan berjalan sampai menjadi salah satu pelari tercepat di masanya. Glenn Cunningham menunjukkan arti sebuah keyakinan. Read More

You Are What You Think

Follow me @WilliamSBudiman

Suatu hari seorang mahasiswa Fakultas Matematika dari University of California, Barkeley , datang terlambat ke kelas. Ia terlambat karena malam sebelumnya ia bergadang sampai subuh demi mengerjakan tugas, sehingga ia terlambat bangun pada pagi harinya. Saat ia tiba di kelasnya, seluruh mahasiswa sudah tidak ada dan di depan papan tulis tertulis 2 buah persamaan statistik matematika. Dia mengira bahwa soal tersebut adalah tugas yang diberikan profesornya untuk para mahasiswa, sehingga ia menyalinnya dan segera mengerjakannya. Saat mengerjakan soal tersebut, ia merasa bahwa soal ini jauh lebih sulit dari soal biasanya, sehingga ia membutuhkan waktu lebih lama dari seharusnya.

Beberapa hari kemudian ia datang ke profesornya (Profesornya bernama Jerzy Newman) untuk menyerahkan PRnya. Ia menyerahkan PR tersebut sambil meminta maaf karena telah terlambat kelas waktu itu dan terlambat menyerahkan PR. Ia menanyakan apakah PR ini masih diterima oleh profesornya. Profesornya saat itu sedang sibuk mengerjakan suatu hal, sehingga ia hanya meminta mahasiswa ini untuk meletakkan PR di meja si Profesor yang sudah sangat penuh dengan buku dan makalah-makalah lainnya.

Sekitar 6 minggu setelahnya, tiba-tiba sang mahasiswa ini terbangun karena sebuah ketokan yang berulang-ulang di pintu apartemennya. Ternyata tamu tersebut adalah profesornya yang sangat terlihat senang dan antusias, berkata “Saya sudah menuliskan kata pendahuluan untuk makalahmu! Segera periksa agar dapat segera dikirim untuk dipublikasikan!” Mahasiswa tersebut bingung apa yang sedang dibicarakan oleh profesornya.

Singkat cerita, ternyata 2 buah soal matematika yang ada di papan, yang dikira sebagai PR oleh mahasiswa tersebut, adalah 2 buah soal matematika yang tidak terpecahkan sejak lama oleh para ahli matematika dan statistik. 2 soal tersebut lebih tepat dikatakan sebagai 2 rumus statistik yang belum dapat dibuktikan, sampai mahasiswa tersebut membuktikannya kemudian. Mahasiswa ini bernama George Dantzig, seorang ahli statistik dan matematika terkenal di dunia saat ini.

Read More

Benih dan Buah

Halo teman-teman, pada kesempatan ini saya akan kembali melanjutkan pembicaraan saya tentang doa. Pada kesempatan terdahulu, saya menuliskan tentang bagaimana cara Tuhan menjawab doa kita. Saat kita berdoa kepada Tuhan, biasanya isi doa kita adalah hal-hal yang kita impikan, hal yang penting bagi diri kita, dan kita minta kepada Tuhan untuk mengabulkannya. Kemudian saya menuliskan bahwa Tuhan menjawab doa kita dengan memberikan kita kesempatan. Kesempatan yang memungkinkan kita untuk “mengabulkan” sendiri doa kita. Mewujudkan doa kita sendiri menjadi kenyataan. Tuhan tidak akan serta merta  mengabulkan doa kita “bulat-bulat” sesuai yang kita minta seperti sihir.

Masalahnya, selama ini kebanyakan dari kita berharap doa dapat menjadi seperti sihir. Doa memiliki kekuatan gaib. Lalu semua keinginan kita terpenuhi dengan sendirinya. Dengan adanya keyakinan seperti itu, kita pada akhirnya menjadi lebih pasif dan bermain “wait and see games“. Saya percaya, pada beberapa kasus, kekuatan doa dapat seperti sihir dan di luar akal sehat manusia. Tapi itu sangat jarang sekali terjadi. Pada kasus sisanya, kita harus menjadi lebih aktif dalam mengejar dan mewujudkan semua doa kita.

Bagaimana caranya? Read More

Sometimes We Just Don’t Understand

Teman-teman, saya sepertinya punya kebiasaan berbicara cukup banyak dalam menjelaskan banyak hal, tapi terkadang sebuah gambar dapat berbicara lebih banyak lagi dibanding semua orang di dunia. Oleh karena itu, saya untuk blog ini membiarkan gambar yang mengambil porsi saya untuk berkata-kata..

Hopefully you can get a lot of insights from this picture.

Kastena Boshi

Follow me @WilliamSBudiman

How God answer all your prayer?

Pray hard work hard

Doa adalah sebuah kata yang sangat akrab di telinga semua orang di dunia. Doa merupakan sebuah kegiatan memiliki makna penting bagi banyak orang di dunia. Doa adalah salah satu perilaku yang sangat universal, tidak terbatas oleh waktu, bangsa, kebudayaan, agama dan kepercayaan. Dari ribuan tahun yang lalu, sampai masa modern ini, doa terus dipanjatkan. Suku bangsa mana pun, kegiatan berdoa selalu ada sebagai salah satu ritual kebudayaannya. Doa adalah salah satu perilaku manusia yang paling tua dan paling penting dalam sejarah peradaban manusia.

Apa sih makna doa?

Dari masa ke masa, tanpa memandang suku dan daerah, manusia percaya bahwa kita hidup bergantung dengan sebuah kekuatan yang lebih besar dari kita. Kelangsungan hidup kita bergantung atas kehendak kuasa tersebut. Kuasa yang dimiliki oleh sebuah entitas yang tidak dapat diketahui dengan pasti, tetapi hampir dari kita semua percaya ada. Sebuah entitas yang memiliki bermacam-macam nama panggilan tergantung daerah dan budaya lokal setempat. Seiring dengan berjalannya waktu dan globalisasi kebudayaan, maka entitas tersebut mulai mendapatkan nama yang bisa diterima oleh semua masyarakat. Saat ini kita menyebut entitas tersebut sebagai Tuhan.

Karena kelangsungan hidup kita sangat bergantung pada kemurahan hati dan kehendak Tuhan, maka harus ada satu cara agar kita bisa berkomunikasi dengan Tuhan dengan berbagai tujuan. Tujuan doa dapat disimpulkan menjadi 2 hal besar, yaitu :

  • Permohonan
  • Pengucapan rasa syukur

Dari kedua tujuan tersebut, saya cukup yakin kalau doa jauh lebih sering digunakan manusia untuk memohon sesuatu hal kepada Tuhan daripada untuk mengucapkan rasa syukur. Berbicara tentang memohon sesuatu kepada Tuhan, seharusnya permohonan tersebut boleh dikabulkan boleh tidak. Karena kita semua pun hidup atas kehendaknya dan Tuhan adalah si Maha Kuasa. Jadi tidak ada kewajiban Tuhan untuk mengabulkan. Kita tidak boleh dan tidak dapat memaksa, hanya berharap pada kemurahan hati Tuhan.

Sejauh ini saya yakin semua (yang beragama dan berkeyakinan akan Tuhan) pasti setuju dengan pernyataan saya di atas. Dan semua orang tahu akan logika sederhana itu, terutama bagi mereka yang besar dalam didikan agama tertentu. Akan tetapi ada 1 hal yang terus membuat saya heran. Mengapa banyak yang marah kalau doanya tidak dikabulkan? Read More