R.A. Kartini : Wanita Biasa dengan Mimpi Luar Biasa

Kartini merupakan salah seorang pahlawan Indonesia yang paling diingat oleh bangsa kita. Kita memiliki banyak pahlawan nasional, tetapi yang memiliki hari nasional sendiri itu hanya sedikit. Hari lahir R.A. Kartini dirayakan secara tersendiri sebagai sebuah hari nasional. Hari Kartini bahkan merupakan hari nasional termeriah kedua setelah HUT Kemerdekaan RI. Setiap tahun pada Hari Kartini, di mana-mana dapat kita lihat orang-orang, terutama wanita, menggunakan pakaian adat. Kemudian di TV hampir tidak putus-putusnya iklan dan acara yang membahas tentang Hari Kartini.

Teman-teman, apabila kita membayangkan dan membandingkan Kartini dengan pahlawan nasional lainnya, mungkin kita dapat melihat bahwa Kartini bahkan tidak pernah angkat senjata melawan penjajah. Tidak mempertaruhkan nyawanya di medan perang demi kemerdekaan bangsa Indonesia. Kartini jika kita perhatikan bahkan kehidupannya pun seperti wanita pada umumnya, wanita biasa. Tetapi mengapa beliau mendapat tempat khusus di hati bangsa kita? Mengapa hanya Kartini yang mendapat hari raya khusus?

Hari Kartini

Apa yang membuat Kartini begitu spesial bagi bangsa kita?

Menurut saya, ada 2 hal yang membuat Kartini begitu spesial. Read More

The Fringe Benefits of Failure and The Importance of Imagination

Teman-teman, ini adalah pidato yang diberikan oleh JK. Rowling kepada para lulusan Harvard University tahun 2008. Sebuah pidato yang penuh dengan inspirasi dan motivasi dari seorang yang luar biasa.

[Text as delivered follows. Copyright of JK Rowling, June 2008]

President Faust, members of the Harvard Corporation and the Board of Overseers, members of the faculty, proud parents, and, above all, graduates.

The first thing I would like to say is ‘thank you.’ Not only has Harvard given me an extraordinary honour, but the weeks of fear and nausea I have endured at the thought of giving this commencement address have made me lose weight. A win-win situation! Now all I have to do is take deep breaths, squint at the red banners and convince myself that I am at the world’s largest Gryffindor reunion.

Delivering a commencement address is a great responsibility; or so I thought until I cast my mind back to my own graduation. The commencement speaker that day was the distinguished British philosopher Baroness Mary Warnock. Reflecting on her speech has helped me enormously in writing this one, because it turns out that I can’t remember a single word she said. This liberating discovery enables me to proceed without any fear that I might inadvertently influence you to abandon promising careers in business, the law or politics for the giddy delights of becoming a gay wizard.

You see? If all you remember in years to come is the ‘gay wizard’ joke, I’ve come out ahead of Baroness Mary Warnock. Achievable goals: the first step to self improvement.

Actually, I have wracked my mind and heart for what I ought to say to you today. I have asked myself what I wish I had known at my own graduation, and what important lessons I have learned in the 21 years that have expired between that day and this. I have come up with two answers. On this wonderful day when we are gathered together to celebrate your academic success, I have decided to talk to you about the benefits of failure. And as you stand on the threshold of what is sometimes called ‘real life’, I want to extol the crucial importance of imagination.

These may seem quixotic or paradoxical choices, but please bear with me. Read More

Dare to Dream Big

Pernahkah teman-teman suatu hari mengendarai mobil, motor, sepeda atau hanya berjalan kaki, tapi tanpa ada tujuan di kepala teman-teman sebelumnya? Saya pernah. Saya pernah beberapa kali. Biasanya hal ini terjadi saat saya dengan pacar saya. Saat pacaran dulu, kami seringkali terjebak dalam situasi di mana kami mau pergi jalan-jalan, tapi sama sekali tidak tahu mau ke mana. Tidak ada tujuan. Jadi demi menghemat waktu berpikir, kami biasanya tetap naik mobil terlebih dahulu, jalan terlebih dahulu, sambil terus berpikir mau ke mana.

Pada beberapa kesempatan, ide luar biasa muncul di saat yang tepat. Saat dalam perjalanan ke mobil, atau saat baru mulai berjalan keluar dari kompleks rumah. Akhirnya kami akan berjalan menuju ke tujuan tersebut dan kami menikmati waktu bersenang-senang yang luar biasa. Sayangnya tidak semua kesempatan seperti itu. Sebagian besar yang terjadi adalah kami stuck, lalu kami berputar-putar tanpa arah yang jelas.

Saat berputar-putar tanpa arah tersebut, yang terjadi adalah kami membuang banyak sekali waktu berharga. Kami membuang-buang bensin. Kami membuang energi. Energi yang bisa kami pakai untuk bersenang-senang, ngobrol banyak hal yang menyenangkan, tapi malah kami pakai untuk berdiskusi “mau ke mana nih kita??”



Biasanya pada akhirnya kami kemudian menentukan satu tempat yang sejalan dengan arah mobil kami. Dan biasanya tempat itu tidak begitu oke, karena itu bukan tempat yang ideal. Tempat itu dipilih karena darurat. Daripada tidak ada tempat tujuan sama sekali. Atau yang lebih parah adalah ketika akhirnya sudah tahu mau ke mana, tapi ternyata tempat itu tidak sejalan atau jauh sekali dengan posisi terakhir. Padahal kalau tujuan itu sudah ditentukan dari awal, tempatnya tidak terlalu jauh dari tempat keberangkatan awal. Read More

Stay Hungry. Stay Foolish.

Saya baru saja membaca salah satu blog milik teman saya dan saya membaca sebuah post yang menurut saya luar biasa. Post ini berisikan isi pidato dari Steve Jobs, CEO APPLE & PIXAR Animation, kepada para lulusan universitas Stanford. Isi pidato yang luar biasa menginspirasi dan pantas kita baca.

[from : http://kalengorange.wordpress.com/2011/03/31/stay-foolish-stay-hungry/]

Stanford Report, June 14, 2005

“You’ve got to find what you love” Jobs says

This is a prepared text of the Commencement address delivered by Steve Jobs, CEO of Apple Computer and of Pixar Animation Studios, on June 12, 2005.

I am honored to be with you today at your commencement from one of the finest universities in the world. I never graduated from college. Truth be told, this is the closest I’ve ever gotten to a college graduation. Today I want to tell you three stories from my life. That’s it. No big deal. Just three stories.

The first story is about connecting the dots.

I dropped out of Reed College after the first 6 months, but then stayed around as a drop-in for another 18 months or so before I really quit. So why did I drop out? Read More

The Pot of Life

Teman-teman, menemukan tempat kerja yang nyaman, menyenangkan, menawarkan kompensasi yang tepat, dan dapat menjadi tempat pengembangan diri yang kondusif, selalu menjadi impian setiap orang. Saya merupakan salah seorang yang beruntung dalam hal ini.

Walau hanya bekerja sekitar 5 bulan sebelum saya mendapat beasiswa ke China, bekerja di PT. Dankos Farma merupakan sebuah pengalaman yang luar biasa bagi saya. Di luar dari saya mendapatkan meja paling kecil di antara rekan kerja yang lain, di sana saya bekerja dengan rekan-rekan yang menyenangkan dan atasan yang luar biasa. Saya juga belajar banyak sekali hal baru, baik dalam skill, attitude, kebiasaan sehari-hari, pandangan hidup, dll.

  1. Saya belajar bagaimana hidup rapih dari 5R di kantor, walaupun sampai hari terakhir saya tetap menjadi  orang dengan temuan terbanyak ketika ada pemeriksaan 5R.
  2. Saya belajar bagaimana mendengarkan perintah atasan walau saya punya pendapat lain. Sebelumnya saya selalu menjadi orang yang berada “di atas” dan orang lain yang harus mendengarkan saya. Tapi saya selalu percaya bahwa seorang pemimpin yang baik adalah seorang yang bisa dipimpin terlebih dahulu.
  3. Saya belajar untuk mencintai pekerjaan yang kita tidak sukai. Saya sangat tidak suka dengan pekerjaan administrasi di belakang meja dan layar monitor, tapi itulah jobdesc utama saya selama di Dankos. Saya percaya bahwa kita tidak akan pernah selalu mendapatkan apa yang kita mau, tapi kita selalu bisa berusaha mencintai dan memaksimalkan dari apa yang kita dapatkan.

Kalau mau diteruskan, tentunya list di atas masih dapat ditambahkan. Tapi saat ini, saya mau berbagi dengan teman-teman tentang sebuah pelajaran hidup sederhana yang saya dengar dari manajer saya. Ketika itu manajer saya sedang membawakan sebuah training. Ia bercerita tentang filosofi teko. Read More

Enjoy The Process, Enjoy The Outcome

Alkisah di negeri China hiduplah seorang petani. Petani ini mempunyai sikap yang tidak sabaran dan selalu tergesa-gesa. Suatu pagi saat pergi bekerja, ia melihat bahwa padi di sawahnya tidak setinggi padi milik sawah tetangganya. Petani ini mengabaikan fakta bahwa si pemilik sawah sebelah telah menanam padinya terlebih dahulu dibanding dirinya. Ia menggerutu kepada dirinya mengapa padi di sawahnya tumbuh begitu lambat?!

Tiba-tiba, ia menemukan sebuah ide yang cemerlang! Ia berpikir bahwa kalau mau membuat padinya lebih cepat tumbuh, maka ia bisa membantu proses tersebut dengan cara menarik sedikit padinya ke atas. Kemudian selama satu hari penuh, petani tersebut menarik ke atas sedikit padi yang telah ditanamnya satu per satu. Saat sore datang, semua padinya telah menjadi sama tinggi dengan padi di sawah sebelah. Petani ini merasa dirinya sangat pintar dan jenius. Dengan bangganya pulang ke rumah.

Sesampainya di rumah, ia berkata kepada istrinya kalau hari ini dirinya sangat lelah, karena telah melakukan suatu hal yang luar biasa pintar. Ia berkata bahwa karena kepintaran dirinya, maka padi di sawahnya tumbuh lebih cepat dan sama tinggi dengan padi milik tetangga. Read More

Say YES to GAMBARU!

follow me @WilliamSBudiman

“Buset, artikel ini keren banget! bener-bener inspiratif! harus dishare ke orang lain nih!!”

Itu adalah hal yang pertama kali terlintas ketika selesai baca artikel ini di email saya. Saya setuju dengan semua poin-poin yang disampaikan penulis artikel ini buat kita semua, dan saya harap kita semua dapat belajar banyak dari artikel ini.

Selamat membaca, menghayati dan berubah jadi manusia dengan tekad GAMBARU.

Kastena Boshi

Say YES to GAMBARU!
By Rouli Esther Pasaribu

Terus terang aja, satu kata yang bener2 bikin muak jiwa raga setelah tiba di Jepang dua tahun lalu adalah : GAMBARU alias berjuang mati-matian sampai titik darah penghabisan.
Muak abis, sumpah, karena tiap kali bimbingan sama prof, kata-kata penutup selalu : motto gambattekudasai (ayo berjuang lebih lagi), taihen dakedo, isshoni gambarimashoo (saya tau ini sulit, tapi ayo berjuang bersama-sama) ,
motto motto kenkyuu shitekudasai (ayo bikin penelitian lebih dan lebih lagi).

Sampai gw rasanya pingin ngomong, apa ngga ada kosa kata lain selain
GAMBARU? apaan kek gitu, yang penting bukan gambaru. Read More

My Wish

Setiap kali saya mengunjungi salah satu blogspot teman saya,”Coffee Shop by Anastasia Sylviana”, saya selalu bisa mendengar satu lagu yang jadi latar belakangnya. Awalnya saya hanya merasa bahwa lagu ini sangat enak didengar, tapi ketika saya membaca liriknya, saya merasa lagu ini luar biasa memotivasi saya.

Liriknya sederhana, tapi penuh dengan kata-kata yang menginspirasi. Oleh karena itu saya rasa ada baiknya apabila saya berbagi juga dengan teman-teman. Isi lagu ini juga menjadi harapan saya untuk diri saya sendiri dan harapan saya untuk teman-teman.

Kastena Boshi

follow me @WilliamSBudiman

My Wish – Rascal Flatts

I hope that the days come easy and the moments pass slow,
And each road leads you where you want to go,
And if you’re faced with a choice, and you have to choose,
I hope you choose the one that means the most to you.
And if one door opens to another door closed,
I hope you keep on walkin’ till you find the window,
If it’s cold outside, show the world the warmth of your smile,

But more than anything, more than anything,
My wish, for you, is that this life becomes all that you want it to,
Your dreams stay big, and your worries stay small,
You never need to carry more than you can hold,
And while you’re out there getting where you’re getting to,
I hope you know somebody loves you, and wants the same things too,
Yeah, this, is my wish.

I hope you never look back, but ya never forget,
All the ones who love you, in the place you left,
I hope you always forgive, and you never regret,
And you help somebody every chance you get,
Oh, you find God’s grace, in every mistake,
And you always give more than you take.

But more than anything, yeah, and more than anything,
My wish, for you, is that this life becomes all that you want it to,
Your dreams stay big, and your worries stay small,
You never need to carry more than you can hold,
And while you’re out there getting where you’re getting to,
I hope you know somebody loves you, and wants the same things too,
Yeah, this, is my wish.

My wish, for you, is that this life becomes all that you want it to,
Your dreams stay big, and your worries stay small,
You never need to carry more than you can hold,
And while you’re out there getting where you’re getting to,
I hope you know somebody loves you, and wants the same things too,
Yeah, this, is my wish.

This is my wish
I hope you know somebody loves you
May all your dreams stay big


When Your Heart Can’t Smile

[translated by Anita Rijadi]

Recently, I observed Facebook with all of its “heart-crying” statuses. I realized that some of my friends are going through hard times. Well, so to speak, I am one of them.

Coincidently, I’ve just gone through a devastating experience. But I think I went through this “dark times” quite well. Even one of my friends here wondered why I acted like there’s nothing happened and overcome the problem calmly. I went through those days like I go through my usual days.

Before I explain why I could go through my devastating experience well, I’d like to explain a little bit about human psychology.

There are 3 main elements in us that have a big impact in our lives. They are M E BMind, Emotion, and Body. These 3 elements are intertwined and interrelated.

If there’s any change in our emotion, the other two elements change. If there’s any alteration in our mind or body, the other two elements are affected. Read More

Saat Hati Anda Tidak Dapat Tersenyum

Sosial Media di Indonesia bukan hanya merupakan sebuah sarana untuk berkomunikasi. Sosial media seperti Facebook, Twitter, Path, dan sebagainya, mempunyai fungsi baru yaitu sebagai konselor terapis hati. Hampir setiap hari di timeline Facebook atau Twitter kita bisa melihat curhat colongan banyak orang. Mau dari curhat yang mengenaskan hati sampai memanaskan hati para pembacanya.

social-media-confusionSebagai konselor terapis hati, facebook dan twitter memiliki segala kriteria terbaik seorang konselor, yaitu : pendengar yang baik, tidak akan menginterupsi, dan tidak menilai buruk kita. Buktinya facebook dan twitter sekarang ini adalah konselor terapis hati dengan jumlah pasien terbesar di Indonesia, di mana saya termasuk salah satu daftar pasien setianya. Apalagi jika saya kebetulan sedang saya baru saja mengalami sebuah peristiwa yang mengecewakan dan menyedihkan. Walaupun banyak orang merasa sosmed jangan dijadikan area curhat, tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa ketika bisa curhat di sosmed terkadang membawa kelegaan tersendiri.

Kalau kita adalah pengikut prinsip : kita tidak dapat dan tidak perlu menyenangkan semua orang, dan jadilah diri sendiri. Maka kita harus konsisten dengan hal tersebut. Jangan marah juga ketika orang lain berusaha menjadi dirinya sendiri, yang mungkin salah satunya adalah curhat di sosmed. Kita harus belajar untuk bisa menerima bahwa cara setiap orang mengekspresikan dan mengelola kekecewaan dan kesedihan itu berbeda-beda.

Berbicara soal mengelola perasaan kecewa atau sedih, saya seringkali dikatakan oleh teman-teman saya bahwa saya orang yang pintar mengelola emosi. Bahkan ketika menghadapi masalah besar, saya mampu membawa diri dengan baik di luar. Saat ini saya ingin berbagi sedikit rahasia bagaimana saya bisa mengelola emosi diri dengan baik. Namun sebelumnya, saya akan sedikit menjelaskan sedikit tentang psikologis manusia.

Dalam diri manusia terdapat 3 elemen utama yang berpengaruh besar dalam kehidupan kita sehari-hari. 3 elemen tersebut adalah Pikiran, Emosi, Tubuh. Saya singkat dengan sebutan PET.

Pikiran (mind), Emosi (emotion), dan Tubuh (body), ketiga elemen ini saling terkait dan saling mempengaruhi satu sama lain dan pada akhirnya menghasilkan perilaku tertentu.

Ketika emosi kita mengalami perubahan, maka kondisi pikiran dan tubuh lainnya ikut berubah. Demikian juga seandainya pikiran atau tubuh kita mengalami perubahan, maka dua elemen lainnya ikut terpengaruh.

Read More