Filosofi Gema

Ada seorang anak mendaki sebuah gunung dengan ayahnya. Ia diajak ayahnya untuk mendaki sebuah gunung yang paling indah dan terkenal di negaranya. Singkat cerita, sang ayah dan anak sudah mendaki hampir sampai di tengah-tengah gunung. Tiba-tiba, sang anak terjatuh, tersandung oleh sebuah batu!

Ketika terjatuh, sang anak berteriak kesakitan, “ADUH!!”

Tak lama kemudian, terdengar gema suaranya yang terpantul di dinding-dinding tebing pegunungan, “aduh..”

Karena tidak pernah mendengar gema sebelumnya, anak ini menganggap bahwa ada orang lain di suatu tempat yang mengikuti teriakannya. Maka ia berteriak kembali, “ SIAPA KAMU??!!”

Suara gemanya pun kembali terdengar, “siapa kamu….”

Merasa dipermainkan, sang anak kembali berteriak dengan kesal, “ JANGAN IKUTI SAYA TERUS!! KURANG AJAR KAMU!!”

Gema pun menjawab, “jangan ikuti saya terus.. kurang ajar kamu..”

“ARRRRGGGGGHHHHH!!!!!!!!!” teriak anak dengan kesal mendengar dirinya dikatai kurang ajar.

Dan ternyata si gema tetap mengulangi teriakan sang anak yang telah kesal tersebut, “arrrrggggghhhhh………”

Selama peristiwa itu terjadi, sang ayah hanya memperhatikan anaknya dengan tersenyum. Lalu sang anak dengan nada tidak sabar berkata ke ayahnya, “kenapa ayah malah tersenyum? Orang itu telah mempermainkan saya! Dia jahat! Ayah harusnya membela saya, bukan malah tersenyum!!”

Ayahnya dengan nada yang sangat lembut membalas, “Nak, perhatikan ayah.”

Lalu ayahnya berteriak sekuat tenaga, “KAMU LUAR BIASA!! KAMU SANGAT PANDAI!! KAMU NOMOR SATU!! KAMU GANTENG!!”

Tak lama kemudian, terdengar kembali suara gema menjawab dengan antusias teriakan sang ayah, “kamu luar biasa.. kamu sangat pandai.. kamu nomor satu.. kamu ganteng..”

Setelah si gema selasai mengucapkan kata-katanya, sang ayah berpaling ke anak dan berkata,

Suara yang kamu dengar, yang selalu mengulangi kata-kata kita adalah gema. Dia akan berkata sesuai dengan apapun yang kamu teriakan. Jika kamu berteriak kata-kata buruk, kata-kata itu pula yang kembali kepadamu. Jika kamu berteriak kata-kata positif, maka kata-kata itu pula yang kembali padamu. Kata-kata apa yang ingin kamu dengar, semua kembali padamu. Berteriaklah sesuai dengan yang kamu ingin dengar, maka gema akan meneriakkan kembali kepadamu.

Teman-teman, cerita di atas adalah sesuatu hal yang selalu saya sebut dengan Filosofi Gema Kehidupan. Karena tanpa kita sadari, hidup kita saat ini adalah gema dari apa yang telah kita teriakan sebelumnya.

Seperti yang dikatakan sang ayah tersebut, apabila kita ingin mendengar sebuah hal positif, maka pertama-tama kita harus berteriak suatu hal yang positif terlebih dahulu. Begitu juga halnya dengan kehidupan. Setiap tindakan yang kita lakukan adalah “teriakan-teriakan” yang kita keluarkan, dan apa yang kita peroleh adalah gema yang dihasilkan. Gema tersebut pasti akan datang sesuai dengan “teriakan kita”.

Ketika setiap kali kita hanya “meneriakkan” hal negatif, seperti berkata kasar terhadap orang lain, mengembangkan kebiasaan buruk, tidak percaya kepada orang lain, menggosipi orang lain, berkata-kata negatif dan selalalu berpikir dari sisi negatif. Maka gema kehidupan akan memberikan kepada teman-teman hal yang negatif pula.

Jika kita ingin mendapatkan gema positif, kehidupan yang lebih baik, kehidupan yang sukses, maka “teriaklah” sekencang-kencangnya semua hal yang positif. Kerjakan sesuatu yang berguna, membantu oranglain sebanyak mungkin, bangunlah kebiasaan yang positif, berbicaralah yang positif, berpikirlah yang positif. Maka cepat atau lambat, gema kehidupan akan kembali memberikan hal yang positif kembali kepada teman-teman.

Yang perlu lebih kita perhatikan adalah kecepatan “teriakan” kita akan kembali kepada kita itu berbeda-beda. Seperti halnya gema dan gaung, ketika kita berteriak di ruangan yang lebih sempit, maka “teriakan” kita akan kembali kepada kita dengan cepat. Tetapi ketika kita berteriak di tempat yang sangat besar, maka “teriakan” kita akan kembali lebih lambat.

Ketika kita melakukan sebuah kebaikan, demi kebaikan, demi kebaikan, tapi kita merasa pantulan “teriakan positif” kita tidak kunjung datang. Bukan gema tersebut tidak datang. PASTI DATANG!! Hanya saja mungkin gema tersebut lebih lambat dibanding orang lain, karena kita berteriak di tempat dan situasi lingkungan yang berbeda pula dengan orang lain.

Maka jangan khawatir, teruslah “berteriak” hal positif dalam hidup teman-teman!!

Kastena Boshi

follow me @WilliamSBudiman

5 comments

  1. ira khouw · January 31, 2011

    Wew,attitude dalam berkata2..Luar biasa,bener juga apa kata si ‘gema’.. Apa yg keluar dr mulut kita itu juga yg akan kembali dlm hdp kita. Luar biasa..

  2. Lie Hian Murtani · February 4, 2011

    HUKUM KARMA

  3. lisia faris · October 31, 2011

    I love your words. keep inspiring!

    • lisia faris · October 31, 2011

      help me a lot, when I face hard time. just like now. thanx william

      • William SB · November 2, 2011

        thx buat komennya.. senang bisa menginspirasi..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s