William Budiman


Leave a comment

How You Think About Stress May Help Your Life

Sebagai seorang sarjana psikologi, saya selama bertahun-tahun kuliah diajarkan bahwa stres adalah “musuh” yang mampu memberi dampak buruk bagi kesehatan fisiologis dan psikologis seseorang. Dan ketika akhirnya saya lulus dan menjadi seorang psychological health trainer, saya kembali mengajarkan kepada banyak orang bahwa stres adalah “musuh” yang perlu ditakuti dan dihindari. Sampai pada suatu saat saya membaca sebuah penelitian terbaru mengenai stres, yang kemudian saya menonton sebuah video seminar dari Kelly McGonigal (praktisi dan trainer psikologi kesehatan) di TED, dan saya cukup terkejut karena sepertinya apa yang selama ini saya yakini dan saya ajarkan ke orang lain membawa dampak buruk lebih banyak daripada dampak positifnya.

Changing how you think about stress makes you healthier

Stres pada umumnya diyakini membawa dampak negatif yang besar terhadap kesehatan, bahkan di Jepang terdapat istilah karoshi yang berarti kematian karena terlalu banyak bekerja. Namun sebuah penelitian yang diadakan oleh beberapa pihak menunjukkan hal yang sebaliknya.

Dampak stres yang umum diajarkan

Dampak stres yang umum diajarkan

Continue reading


Leave a comment

Mengisi Kemerdekaan Dengan Ketidakbebasan

Tanggal 17 Agustus selalu menjadi hari yang istimewa bagi bangsa kita. Pertama, memang hari itu adalah hari libur nasional. Siapa yang tidak bahagia dengan tanggal merah? 

Kedua, hari ini juga merupakan hari raya nasional yang dirayakan hampir oleh seluruh golongan masyarakat Indonesia. Hampir seluruh bangsa Indonesia, di manapun dirinya berada antusias merayakan kemerdekaan. Ini adalah hari raya yang tidak terbatas suku, ras, agama dan lokasi.

Selain itu keramaian perayaan 17 Agustus pun spesial dibandingkan hari-hari raya nasional lainnya. Iklan TV menampilkan iklan-iklan layanan masyarakat berbau kemerdekaan. Tokoh politik, pengusaha besar, duta besar negara lain, semua berbondong-bondong mengiklankan diri dengan mengucapkan dirgahayu RI!

17 Agustus adalah saat di mana kadar nasionalisme rakyat Indonesia meningkat drastis secara mendadak.

18 Agustus?

Semua kembali berjalan normal. Continue reading


Leave a comment

Kolektor Sampah Emosi

Terkadang kita tidak perlu susah payah mengeluarkan uang banyak untuk pindah ke rumah baru, ke apartment baru ataupun ke tempat kos baru demi mendapatkan sebuah suasana tempat tinggal yang menyenangkan dan nyaman. Terkadang kita hanya butuh membuang semua barang yang sudah rusak, tidak terpakai ataupun yang disimpan hanya karena kenangan tertentu. Saat itu dilakukan, percayalah kita akan menemukan rumah/kamar/ruangan kita menjadi lebih luas, lega, bersih, nyaman, dan terkadang terasa seperti baru.

Sama dengan rumah/kamar/ruangan, maka psikologis manusia pun dapat ibarat seperti ruangan. Hal-hal yang kita taruh di sana akan mempengaruhi kondisi psikologis kita. Ketika kita ingin hidup yang nyaman dan bahagia, maka hal yang perlu kita perhatikan adalah bagaimana kondisi ruang psikologis kita? Ada hal apa saja yang terletak di sana?

Ketika dalam ruang psikologis diri kita tersimpan banyak sekali sampah emosi, seperti kebencian, kekecewaan, luka batin, kemarahan, kecemburuan, kesedihan, sakit hati, perasaan bersalah dan masih banyak emosi negatif lainnya. Maka niscaya diri kita tidak akan pernah dapat merasakan ketenangan dan kebahagiaan. Ibarat ruangan yang terlalu banyak sampah di dalamnya, ruangan tersebut menjadi sempit, pengap, bau dan tidak menyenangkan untuk ditinggali.

Percuma ketika kita berusaha melakukan banyak hal untuk mendapatkan kebahagiaan, tetapi kita tidak pernah mau membuang sampah emosi tersebut dari diri kita. Hasilnya akan sama saja. Kita akan kesulitan merasa bahagia. Continue reading


1 Comment

3 Racun Kebahagiaan

Setiap saat saya berbicara soal kebahagiaan, saya selalu tertarik untuk membicarakan filosofi agama Budha.

Mengapa?

Karena menurut saya, agama Budha memiliki filosofi tentang kebahagiaan yang menurut saya pribadi sangat mirip dengan ilmu psikologi yang saya pelajari. Sebelum memulai semua pembicaraan tentang filosofi Budhis, saya mengaku kalau saya penganut agama Budha. Tetapi apa yang saya tuliskan ini bukan sebuah opini yang lahir dari pandangan bias, tetapi sebuah opini yang lahir dari sebuah pemahaman saat mempelajari kedua ilmu tersebut : Budhisme dan Psikologi.

Seperti yang saya tulis sebelumnya, bahwa semua orang pada dasarnya mencari kebahagiaan, tetapi seringkali seumur hidup terjebak dalam ketidakbahagiaan. Dalam agama Budha disebutkan ada 3 racun yang membuat manusia terjebak dalam samsara (kesengsaraan). Secara sederhana ketiga racun (bahasa sansekerta : triviṣa) adalah penyebab manusia melakukan perbuatan-perbuatan yang pada akhirnya membuat dirinya terjebak hidup dalam kesengsaraan. Ketiga racun inilah yang menyebabkan lahirnya karma dan pada akhirnya memutus hubungan manusia dengan sumber kebahagiaan utama : nirwana (surga).

Wheel Of Life (Roda Kehidupan)

Wheel Of Life (Roda Kehidupan)

Continue reading


3 Comments

3 Pelajaran Yang Perlu Masuk Kurikulum Pendidikan Indonesia

Mengajar seorang anak tentang bagaimana cara berlayar, bisa menjadi tepat ataupun menjadi sia-sia.

Sia-sia adalah ketika mengajarkan kepada anak yang tinggal di daerah pergunungan.

Tepat adalah ketika mengajarkan kepada seorang anak yang tinggal di daerah pantai atau kampung nelayan.

Sia-sia mengajarkan cara berlayar ke anak gunung, karena kebutuhan untuk berlayar minim atau bahkan tidak ada.

Tepat mengajarkan cara berlayar ke anak nelayan, karena mereka membutuhkan kemampuan tersebut untuk menunjang kehidupannya sehari-hari.

Melalui contoh di atas, kita melihat bahwa apakah suatu mata pelajaran itu tepat diajarkan atau hanya sebuah kesia-siaan, semua tergantung dengan relevansi mata pelajaran tersebut dengan kehidupan murid. Dengan kata lain yang lebih sederhana, pembelajaran yang baik harus memperhatikan kebutuhan anak-anak tersebut.

Better education Better nation

Ketika kita mengajarkan kepada seorang anak yang tidak ada relevansi dengan kehidupannya, baik sekarang ataupun di masa depan, maka hal tersebut menjadi sebuah kesia-siaan besar bagi sang murid. Anak tersebut telah menghabiskan berpuluh-puluh jam mempelajari sesuatu pelajaran yang penggunaan dalam kehidupannya sangat minim.

Sekarang kita berbicara tentang mata pelajaran dalam kurikulum pendidikan Indonesia.

Saya pribadi merasa bahwa mata pelajaran yang ada dalam kurikulum pendidikan kita, sebagian dapat digolongkan ke dalam kategori sia-sia, sebagian lagi masuk ke dalam kategori yang sudah tepat. Tetapi, selain kedua kategori tersebut, ada kategori ketiga. Kategori ini terdiri dari mata pelajaran-mata pelajaran yang  relevansinya dengan kebutuhan di masyarakat sangat tinggi, tetapi belum masuk dalam kurikulum. Sederhananya : dalam kehidupan sangat dibutuhkan tetapi tidak diajarkan di sekolah-sekolah.

Continue reading


Leave a comment

Kalau Manusia Adalah Komputer

Tahun 1822, Charles Babbage bertekad dan mulai mengembangkan sebuah alat yang dikenal dengan nama Difference Engine. Alat ini diperhitungkan sebagai kalkulator mekanik pertama di dunia yang mampu menghitung beberapa set angka dan mencetak hasil perhitungannya. Difference Engine adalah nenek moyang dan cikal bakal dari komputer modern saat ini.

Father of Computer and The World First Computer

Father of Computer and The World First Computer

Menurut saya, komputer adalah sebuah penemuan paling besar dan berpengaruh (selain roda dan kertas tentunya) dalam sejarah peradaban manusia. Saat ini komputer telah membantu manusia dalam menghasilkan jutaan hasil karya yang membantu kemajuan kebudayaan kita. Terutama setelah Bill Gates dengan perusahaan microsoftnya memungkinkan komputer masuk ke dalam setiap rumah, sehingga komputer semakin tidak terpisahkan dalam membantu aktivitas kehidupan sehari-hari manusia.

Komputer sekarang ini memang tidak dapat lagi dipisahkan dengan kehidupan manusia. Bahkan manusia pun dapat dianalogikan seperti komputer. Mari kita lihat elemen-elemen umum yang ada dalam komputer, lalu kita bandingkan dengan elemen yang ada pada manusia. Continue reading


1 Comment

Berkaca Dari Finlandia, Penghasil Sistem Pendidikan Terbaik Dunia

Finlandia.

Ada yang tahu negara itu?

Kalau jaman dulu, negara ini dikenal dunia sebagai penghasil Nokia. Nokia adalah brand handphone dan smartphone paling wahid di Indonesia pas awal tahun 2000an. Saat ini, Finlandia adalah negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia selama beberapa tahun terakhir.

Membaca beberapa artikel berita tentang sistem pendidikan di Finland membuat saya sempat merasa skeptis dan bertanya-tanya “Ini beneran? gimana caranya?” 

Bagaimana caranya saya tidak bingung, karena selama ini saya tidak pernah berpikir bahwa hal tersebut mungkin dilakukan atau bahkan boleh dilakukan dalam dunia pendidikan! Mari saya sebutkan beberapa fakta yang membuat saya kaget :

  1.  Anak baru sekolah ketika berumur 7 tahun,
  2. Anak-anak tidak dinilai atau dites apapun selama 6 tahun pertama sekolah,
  3. Standarisasi tes (ini adalah UN di Indonesia) hanya dilakukan 1 kali ketika mereka umur 16 tahun,
  4. Sekolah gratis,
  5. Waktu sekolah setiap hari hanya kurang lebih 4 jam sehari,
  6. Minim (kalau tidak bisa dibilang tidak ada) PR.

Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,179 other followers