William Budiman


2 Comments

Social Media : Connecting People by Disconnecting It!

social-mediaSemenjak awal sejarah peradaban manusia, dunia tidak pernah “sekecil” ini dan tidak pernah seseorang manusia dapat terhubung dengan sebegitu banyak orang pada saat yang bersamaan seperti masa sekarang ini. Tetapi sayangnya, manusia juga tidak pernah terputus seperti ini dengan lingkungan sosial di sekitarnya. Badan ada di tempat, tetapi “nyawa” ada di sosial media yang terdapat dalam gadget masing-masing.

Internet. Semua ini bermula dari internet.

Saya masih ingat pertama kali saya menggunakan internet yaitu ketika SMP 1, kurang lebih berumur 13 tahun. Saat itu internet masih mengguna dial-up. Semoga yang baca tulisan ini masih mengerti apa itu dial-upDial-up adalah cara untuk mengakses internet yang digunakan pada jaman Soeharto masih jadi presiden  sampai beberapa tahun setelah jaman reformasi. Penggunaannya adalah dengan mencolok kabel telepon ke modem yang tertanam di belakang CPU PC — Yes, laptop masih mahal dan Nokia 5110 masih merajai Indonesia — dan tekan tulisan dial sampai anda mendengar sebuah bunyi khas yang menandai generasi anak 90an di Indonesia.

Jika internet digunakan, maka telepon tidak bisa digunakan. Kecepatan internetnya jika dibandingkan dengan kecepatan broadband internet sekarang seperti mobil ferrari melawan bajaj. Download lagu berdurasi 5 menit memerlukan watu yang sama dengan mendownload film bioskop berdurasi 1.5 jam yang beresolusi Blue Ray!

dial up

Dial-up Internet

Namun dalam waktu kurang dari 20 tahun, perkembangan teknologi terutama internet sangat luar biasa. Sejak email pertama dikirimkan pada tahun 1971 dan World Wide Web pertama dikembangkan pada tahun 1991, teknologi telah mengalami sebuah revolusi yang  masif dan super cepat.

Jika pada jaman dial-up kita yang mendatangi internet, maka pada saat ini internet yang mengikuti kemana pun kita pergi.

Continue reading


Leave a comment

Pursuing Happiness : The Perfect Way to Be Unhappy

Satu hal yang saya pelajari selama kuliah di Fakultas Psikologi adalah manusia memiliki 2 dorongan / motivasi dalam hidup. 2 hal ini ada di setiap manusia, bahkan di setiap makhluk hidup lainnya. Sejauh ini para psikolog, ilmuwan dan peneliti belum dapat menemukan dari mana manusia dan hewan lain memperoleh hal ini. Oleh sebab itu kedua hal ini biasanya disebut sebagai insting. Kedua insting tersebut adalah :

  1. Memperoleh pleasure / kebahagiaan
  2. Menghindari pain / ketidaknyamanan / penderitaan

searching-for-happiness-ii-001Di antara kedua motivator penggerak manusia tersebut, “mencari” kebahagiaan sebenarnya adalah yang terutama. Sehingga pada dasarnya manusia dalam segala tindakan dan perilakunya didorong untuk mencari kebahagiaan. Apapun tindakan itu, seperti : Continue reading


2 Comments

When Your Heart Can’t Smile

[translated by Anita Rijadi]

Recently, I observed Facebook with all of its “heart-crying” statuses. I realized that some of my friends are going through hard times. Well, so to speak, I am one of them.

Coincidently, I’ve just gone through a devastating experience. But I think I went through this “dark times” quite well. Even one of my friends here wondered why I acted like there’s nothing happened and overcome the problem calmly. I went through those days like I go through my usual days.

Before I explain why I could go through my devastating experience well, I’d like to explain a little bit about human psychology.

There are 3 main elements in us that have a big impact in our lives. They are M E BMind, Emotion, and Body. These 3 elements are intertwined and interrelated.

If there’s any change in our emotion, the other two elements change. If there’s any alteration in our mind or body, the other two elements are affected. Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,109 other followers