William Budiman


3 Comments

3 Pelajaran Yang Perlu Masuk Kurikulum Pendidikan Indonesia

Mengajar seorang anak tentang bagaimana cara berlayar, bisa menjadi tepat ataupun menjadi sia-sia.

Sia-sia adalah ketika mengajarkan kepada anak yang tinggal di daerah pergunungan.

Tepat adalah ketika mengajarkan kepada seorang anak yang tinggal di daerah pantai atau kampung nelayan.

Sia-sia mengajarkan cara berlayar ke anak gunung, karena kebutuhan untuk berlayar minim atau bahkan tidak ada.

Tepat mengajarkan cara berlayar ke anak nelayan, karena mereka membutuhkan kemampuan tersebut untuk menunjang kehidupannya sehari-hari.

Melalui contoh di atas, kita melihat bahwa apakah suatu mata pelajaran itu tepat diajarkan atau hanya sebuah kesia-siaan, semua tergantung dengan relevansi mata pelajaran tersebut dengan kehidupan murid. Dengan kata lain yang lebih sederhana, pembelajaran yang baik harus memperhatikan kebutuhan anak-anak tersebut.

Better education Better nation

Ketika kita mengajarkan kepada seorang anak yang tidak ada relevansi dengan kehidupannya, baik sekarang ataupun di masa depan, maka hal tersebut menjadi sebuah kesia-siaan besar bagi sang murid. Anak tersebut telah menghabiskan berpuluh-puluh jam mempelajari sesuatu pelajaran yang penggunaan dalam kehidupannya sangat minim.

Sekarang kita berbicara tentang mata pelajaran dalam kurikulum pendidikan Indonesia.

Saya pribadi merasa bahwa mata pelajaran yang ada dalam kurikulum pendidikan kita, sebagian dapat digolongkan ke dalam kategori sia-sia, sebagian lagi masuk ke dalam kategori yang sudah tepat. Tetapi, selain kedua kategori tersebut, ada kategori ketiga. Kategori ini terdiri dari mata pelajaran-mata pelajaran yang  relevansinya dengan kebutuhan di masyarakat sangat tinggi, tetapi belum masuk dalam kurikulum. Sederhananya : dalam kehidupan sangat dibutuhkan tetapi tidak diajarkan di sekolah-sekolah.

Continue reading


1 Comment

Berkaca Dari Finlandia, Penghasil Sistem Pendidikan Terbaik Dunia

Finlandia.

Ada yang tahu negara itu?

Kalau jaman dulu, negara ini dikenal dunia sebagai penghasil Nokia. Nokia adalah brand handphone dan smartphone paling wahid di Indonesia pas awal tahun 2000an. Saat ini, Finlandia adalah negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia selama beberapa tahun terakhir.

Membaca beberapa artikel berita tentang sistem pendidikan di Finland membuat saya sempat merasa skeptis dan bertanya-tanya “Ini beneran? gimana caranya?” 

Bagaimana caranya saya tidak bingung, karena selama ini saya tidak pernah berpikir bahwa hal tersebut mungkin dilakukan atau bahkan boleh dilakukan dalam dunia pendidikan! Mari saya sebutkan beberapa fakta yang membuat saya kaget :

  1.  Anak baru sekolah ketika berumur 7 tahun,
  2. Anak-anak tidak dinilai atau dites apapun selama 6 tahun pertama sekolah,
  3. Standarisasi tes (ini adalah UN di Indonesia) hanya dilakukan 1 kali ketika mereka umur 16 tahun,
  4. Sekolah gratis,
  5. Waktu sekolah setiap hari hanya kurang lebih 4 jam sehari,
  6. Minim (kalau tidak bisa dibilang tidak ada) PR.

Continue reading


24 Comments

Pendidikan Indonesia Gagal Move On

Pendidikan di Indonesia itu kalau dilihat-lihat, itu mirip seperti kondisi ketenagakerjaan di Indonesia. Upah tenaga kerja dari dulu sampai sekarang tidak ada perubahan yang signifikan, tetapi biaya kebutuhan hidup terus berlari kesetanan. Tidak heran saat ini para buruh mulai gelisah dan bergerak protes. Kalau kondisi ini masih terus didiamkan, maka kemungkinan adanya mogok dan demo besar-besaran para buruh tidak akan terhindarkan.

Kondisi itu juga sama dengan kondisi pendidikan di Indonesia. Upah kerja itu adalah sistem pendidikan dan guru. Sedangkan biaya kebutuhan hidup adalah murid-murid sekolah.

Saatnya para murid adakan demo demi pendidikan yang lebih baik

Saatnya para murid adakan demo demi pendidikan yang lebih baik

Seperti halnya upah buruh, sistem pendidikan dan guru (komponen utama dalam sistem pendidikan) selama bertahun-tahun tidak mengalami perubahan yang signifikan. Tetapi kebutuhan murid yang diakibatkan oleh perkembangan teknologi mengalami perubahan yang sangat besar dan kompleks. Kalau kondisi ini dibiarkan terus dan sistem pendidikan kita tidak mulai berevolusi secara cepat demi mengikuti kebutuhan murid, maka saya tidak berani membayangkan akan seberapa tertinggalnya kita dengan negara lain di dunia. Continue reading


1 Comment

Sekolah : Pabrik Penghasil Robot [ ? ]

Senin 3 Maret 2014, Jakarta kembali dihebohkan dengan berita seorang mahasiswa Unas tewas bunuh diri setelah meloncat dari lantai 5 gedung ITC Depok. Peristiwa ini mengundang banyak respon dari masyarakat di media sosial. Sebagian ada yang mengatakan bahwa hal yang dilakukan mahasiswa tersebut adalah tindakan egois dan bodoh, yang kemudian dengan cepat pula pernyataan tersebut disambut dengan kecaman dari banyak pihak. Pihak yang mengecam tersebut di timeline media sosial saya kebanyakan adalah mahasiswa psikologi. Saya sarjana psikologi. Bagi saya peristiwa bunuh diri adalah bodoh.

Sebelum teman-teman mulai mengecap saya buruk, menutup halaman ini, atau langsung mengecam pernyataan saya, tolong lanjut baca penjelasan saya. Saya belum selesai.

Saya setuju dengan semua pihak yang mengatakan bahwa perilaku bunuh diri adalah sebuah kebodohan dari korban bunuh diri. Perilaku mengakhiri hidup demi menyelesaikan masalah itu bodoh, apalagi terkadang masalahnya sangat sepele. Sebelum menulis tulisan ini saya membaca beberapa berita berkaitan dengan bunuh diri. Ada kasus seorang anak SMA bunuh diri karena tidak diberi uang untuk membeli softlens oleh keluarganya. Ketika saya baca berita itu, saya hanya bisa geleng-geleng kepala. Memang benar tindakan mereka bodoh. Akan tetapi ada 1 hal yang terlupakan oleh kita, yaitu :

kondisi psikologis kita tidak sama dengan kondisi psikologis mereka para bunuh diri.  Continue reading


19 Comments

Video Games Si Guru Ideal

video-gamePada tulisan terdahulu saya, saya menyebutkan bahwa video games adalah guru yang lebih baik dari pada guru-guru di sekolah. Saya berkata demikian karena video games terbukti mampu menumbuhkan minat belajar dan inisiatif belajar dalam diri anak-anak, padahal itu seharusnya adalah tugas dari seorang guru. Tetapi yang terjadi adalah guru-guru dengan tanpa sengaja malah menciptakan kondisi di mana para siswa membenci belajar. Seseorang yang memiliki tanggung jawab terbesar dalam menumbuhkan minat dan inisiatif belajar, malah menimbulkan kebencian dan keengganan dalam belajar. Ironis.

Saya merasa bahwa semua guru yang ingin mengajar harus mulai belajar dari video games untuk bisa menjadi seorang guru yang lebih baik. Continue reading


3 Comments

Saat Video Games Menjadi Guru Yang Lebih Baik Dari Guru Sekolah

Sampai saat tulisan ini saya keluarkan, saya masih mengalami kesulitan dalam menjelaskan pekerjaan saya kepada orang lain, baik orangtua, saudara, teman-teman sekolah maupun banyak orang lainnya. Pekerjaan saya adalah trainer dan saya mulai menjalani profesi ini sejak masih di bangku kuliah. Hampir setiap orang yang mendengar profesi saya, pertanyaan aneh ataupun kesimpulan aneh lainnya banyak bermunculan, seperti : “Oh MC kerjanya!”, “Jadi trainer kaya di fitnes gitu?”, sampai paling dekat itu “oh guru…”. 

Frustasi rasanya kalau harus menjelaskan profesi saya. Untunglah belakangan para motivator mulai bermunculan, salah satunya adalah Mario Teguh dengan “salam supernya” yang terkenal itu. Saya menjadi memiliki cara sederhana dalam menjelaskan pekerjaan saya : “Saya Mario Teguh, tapi berambut!”. Walaupun tetap tidak menjelaskan dengan tepat profesi saya, tetapi semua yang bertanya selalu langsung mendapat gambaran besar pekerjaan saya.

Saya sangat memaklumi kondisi tersebut, karena memang 10 tahun yang lalu sekitar tahun 2004, profesi trainer ini masih sangat minim bahkan belum ada. Kondisi yang sama juga terlihat untuk banyak profesi pekerjaan lain yang banyak dibutuhkan tahun 2014, tetapi belum ada pada saat 10 tahun lalu, bahkan 4 tahun lalu. Contoh profesi tersebut di Indonesia antara lain :

  • Social Media Strategists
  • App Developer
  • Personal Branding Consultant
  • Overseas Study Admissions Counselor
  • Stand Up Comedian

Hal ini disebabkan dengan terus berevolusinya ilmu pengetahuan dan teknologi yang kemudian berdampak pada berkembangnya kebutuhan manusia. Perubahan tersebut terjadi sangat cepat baik kita sadari maupun tidak. Berdasarkan hasil survey menunjukkan bahwa 10 besar profesi pekerjaan yang paling dicari pada tahun 2010, belum ada pada tahun 2004. Continue reading


Leave a comment

Kisah Luar Biasa Menjadi Luar Biasa Salah

Follow me @WilliamSBudiman

Sejak saya kecil, saya sangat suka membaca kisah-kisah dari para tokoh sukses. Waktu saya membaca kisah inspirasi tersebut dari buku komik “Seri Tokoh Dunia”. Sepertinya buku komik itu adalah buku wajib yang dibelikan oleh orangtua ke anaknya yang masih duduk di SD, dan itu juga buku wajib yang dapat kita temukan di setiap perpustakaan sekolah. Saya yakin 80% dari teman-teman yang membaca tulisan saya ini pasti pernah membaca buku tersebut.

Buku seri tokoh dunia

Sekarang, saya membaca kisah sukses tokoh bukan lagi melalui buku komik, tetapi melalui buku-buku motivasi dan pengembangan diri, buku kumpulan kisah inspiratif seperti Chicken Soup (a very great books by the way), maupun dari artikel-artikel yang dapat kita temukan di dunia maya. Saya yakin bahwa bukan hanya saya pencinta kisah inspirasif dan kisah sukses ini, tapi hampir semua orang sangat suka membaca atau mendengarnya.

Why we love that kind of stories? Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,178 other followers