William Budiman

The Deadliest Prison on Earth

11 Comments

Dua orang kakak beradik, Floyd Cunningham (10 tahun) dan Glenn Cunningham (8 tahun), menjadi korban dalam sebuah kebakaran sekolah. Floyd meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Glenn mengalami luka bakar parah pada kedua kakinya. Ia kehilangan hampir semua daging pada kedua lutut dan  tulang keringnya, dan kehilangan semua jari telapak kaki kirinya. Para dokter yang menangani Glenn, merekomendasi agar kedua kaki Glenn diamputasi. Hal ini kemudian tidak jadi dilakukan karena Glenn meminta dan memohon kepada kedua orangtuanya untuk tidak mengijinkan para dokter mengamputasi kakinya. Dokter telah memprediksikan dan memvonis bahwa Glenn tidak bisa berjalan lagi.

Tapi dengan keyakinan, tekad dan usaha yang luar biasa (dan pijitan di kaki Glenn dari orangtuanya setiap hari), kurang lebih 2 tahun setelah kejadian tersebut Glenn pertama kalinya mencoba untuk kembali berjalan. Singkat cerita akhirnya Glenn berhasil bisa berjalan, bahkan ia bisa berlari!! Ia memutuskan menjadi atlet lari. Hasil yang diperoleh luar biasa, dari tahun 1932 – 1934, ia memenangi 6 Kejuaraan Lari Indoor. Kemudian di tahun 1936, ia memenangi medali perak di Olimpiade Berlin. Pada tahun 1938, ia mencetak rekor sebagai pelari 1 mill tercepat di dunia (saat ini rekornya sudah dipecahkan oleh beberapa pelari lainnya). Pada tahun yang sama pula, ia meraih gelar doktoralnya dari Universitas New York.

dr. Glenn Cunningham mempunyai nama julukan “the Kansas Flyer”, “ the Elkhart Express” dan “the Iron Horse of Kansas”. Sebuah taman di tempat asalnya, Elkhart, Kansas, diberi nama sesuai dengan namanya sebagai penghargaan untuk dirinya. Dari anak kecil yang sudah divonis tidak akan berjalan sampai menjadi salah satu pelari tercepat di masanya. Glenn Cunningham menunjukkan arti sebuah keyakinan.

Penjara Alcatraz dipercaya hingga saat ini merupakan penjara terhebat dan terketat yang pernah didirikan di dunia. Saat ini penjara Alcatraz sudah tidak beroperasi dan hanya menjadi sebuah situs pariwisata saja. Namun saat masih beroperasi, belum ada 1 pun tahanan yang berhasil meloloskan diri dari Alcatraz. Menurut catatan, ada 36 percobaan melarikan diri Alcatraz. 7 narapida, ditembak mati saat mencoba melarikan diri. 10 narapidana tenggelam saat berusaha berenang menuju daratan. Tercatat hanya 2 narapidana sukses berenang sampai ke daratan, tapi langsung tertangkap karena terlalu lelah berenang melewati perairan yang mengeliling penjara ini.

Tapi tahukah teman-teman, ternyata masih ada penjara lain yang jauh lebih luar biasa dan hebat dibanding Alcatraz. Penjara itu adalah otak kita. Keyakinan kita adalah penjara yang jauh lebih luar biasa dibandingkan Alcatraz. Pada tulisan saya terakhir, saya mengatakan bahwa kita adalah hasil dari apa yang kita pikirkan. Ketika kita berpikir kita “cacat”, maka saat itu juga kita telah menjadi cacat! Ketika kita mulai merasa diri kita cacat, ketika kita mulai membatasi kemampuan diri kita, maka kita telah memenjara hidup kita dalam sebuah “kurungan keyakinan”.

Sebagai ilustrasi, teman-teman tahukah bagaimana seekor gajah sirkus dijinakkan dan dikurung?

Seekor gajah dewasa biasanya mencapai berat 5.5 ton – 7.7 ton, di mana mereka sebenarnya mampu menghancurkan sebuah mobil seperti layaknya kita menghancurkan sebuah kaleng minuman. Ironisnya, dengan kekuatan yang luar biasa yang mereka miliki, para gajah sirkus hanya diikat dengan sebuah rantai kakinya dan rantai tersebut ditancap ke tanah dengan hanya sebuah paku besar. Setelah itu, gajah-gajah tersebut tidak bisa melarikan diri.

Apa yang menyebabkan gajah ini tidak bisa melarikan diri?

Jawabannya sederhana. Gajah-gajah ini sejak kecil telah diikat dengan sangat kencang dengan cara yang sama. Kaki mereka diikat ke sebuah rantai dan rantai tersebut dikaitkan ke sebuah paku di tanah. Namun pada saat itu, mereka masih terlalu kecil dan belum memiliki kekuatan untuk mencabut rantai tersebut. Sehingga seberapa besar pun upaya gajah-gajah kecil ini, mereka tidak bisa lepas. Bahkan usaha mereka  hanya menghasilkan luka di kaki mereka, karena tergesek oleh rantai terus menerus. Lama kelamaan, hal ini membuat mereka menyerah berusaha. Bahkan sampai mereka dewasa dan telah mempunyai kekuatan untuk melepaskan diri, mereka telah yakin bahwa mereka tidak akan pernah bisa lepas dari rantai tersebut. Oleh karena keyakinan tersebut, mereka tidak bisa lepas dari rantai mereka. Bukan karena mereka tidak memiliki kemampuan, tapi hanya karena tidak pernah lagi mencoba dan berusaha melepaskan diri. Para gajah ini telah terkurung selamanya oleh penjara keyakinan mereka.

Hal yang sama sering terjadi dengan diri kita. Saat kita pertama kali mencoba banyak  dan gagal. Saat kita mencoba untuk mengikuti pemilihan Ketua Organisasi di sekolah atau di universitas, kemudian kita tidak terpilih. Saat kita mencoba berbicara di depan umum, kemudian kita ditertawakan karena kita grogi. Saat kita mencoba banyak hal lainnya beberapa kali dan tetap gagal. Kita terkadang langsung percaya dan yakin kalau kita tidak akan pernah berhasil lagi setelahnya. Padahal kita selama ini gagal, mungkin hanya karena kita belum mengembangkan suatu kemampuan yang tepat saja. Tetapi keyakinan kita telah terlalu kuat dan menahan kita selamanya pada suatu kondisi, di mana kita tidak dapat menjalankan potensi kita secara maksimal!

Gajah merupakan mamalia terbesar dan terkuat yang hidup di darat (mamalia terbesar di dunia adalah ikan paus). Saat pertama kali mereka terlahir di dunia, mereka sudah ditakdirkan memiliki kelebihan dan kekuatan tersebut nantinya. Tapi para pawang sirkuslah yang membuat mereka menjadi mamalia terbesar dan terkuat di darat, yang tidak bisa lari dari lilitan rantai kecil di kaki mereka. Lingkungan yang membuat mereka tidak berdaya. Kita manusia juga sama. Seringkali “rantai” tersebut bukan kita yang melilitkan, tetapi lingkungan, orangtua, keluarga, pasangan, teman, bahkan masyarakat. Mereka mengatakan dan menanamkan pada diri kita banyak hal yang nantinya akan terus merantai kita selamanya.

Di akhir tulisan saya yang terakhir, saya ada menuliskan bahwa Tuhan sebenarnya telah menganugerahkan kita kemampuan untuk mengatasi semua hambatan dan mencapai semua mimpi kita. Tugas kita hanyalah bagaimana caranya kita percaya, menemukan dan memaksimalkan anugerah Tuhan tersebut. Kata-kata tersebut bukanlah hanya kata-kata motivasi semata, teman-teman. Kata-kata tersebut sangat benar! Kita dilahirkan dengan semua kemampuan untuk sukses!

Untuk lebih jelasnya, mari kita renungkan kembali diri kita atau siapapun yang kita kenal, jauh saat kita masih kecil. Setiap anak kecil, memiliki semua karakteristik yang diperlukan untuk menjadi sukses. Menurut hampir semua buku dan semua pembicara, untuk menjadi sukses kita memerlukan :

  1. Keberanian untuk bermimpi,
  2. Keyakinan diri,
  3. Kreativitas,
  4. Rasa ingin tahu dan minat untuk belajar ,
  5. Pantang menyerah,
  6. Antusiasme.

Fakta yang menarik adalah : tidak semua orang dewasa memiliki hal tersebut, tetapi SEMUA ANAK KECIL memiliki hal tersebut!!

Anak kecil selalu mempunyai cita-cita yang terkadang terdengar mustahil atau susah sekali (mau jadi astronot, mau jadi presiden, mau jadi dokter, bahkan mungkin saat ini mereka ingin jadi SUPERMAN, IRON MAN atau X-MEN!). Dan anak-anak itu sangat percaya kalau mereka akan bisa menjadi orang yang mereka idamkan!

Anak kecil selalu memiliki ide-ide kreatif, yang bagi kita terdengar aneh dan masuk akal. Tapi perlu kita ingat teman-teman, semua penemuan terhebat di dunia, dimulai dari ide kreatif yang “aneh”.

Anak kecil juga selalu bertanya dan bertanya. Mereka dipenuhi rasa keingintahuan yang besar dan segera belajar mencari tahu tentang apa yang menarik rasa penasaran mereka. Dan pertanyaan-pertanyaan mereka pun kadang-kadang buat kita mati kutu dalam menjawabnya.

Para manusia “mini” ini juga seorang dengan kegigihan, kekuatan tekad dan pantang menyerah! Anak kecil untuk bisa berjalan dan berlari, telah jatuh berkali-kali, tetapi selalu bangun dan tidak takut untuk kembali melangkah. Kalau mereka ingin sesuatu, terkadang mereka akan dengan segenap kekuatan dan niat, merengek ke orangtua untuk memenuhi keinginan mereka. Jika orangtua masih belum mengijinkan, mereka tidak akan putus asa. Anak-anak itu pasti akan kembali dengan cara yang baru dan unik untuk merengek dan memaksa orangtua. Dan terkadang hampir sebagian besar keinginan mereka berhasil dipenuhi!

Dan yang terpenting mereka selalu menjalani setiap harinya dan setiap kegiatan mereka dengan antusias dan kebahagiaan.

Teman-teman, jika kita waktu kecil telah memiliki semua karakteristik untuk sukses, mengapa saat kita dewasa, kita kehilangan hampir sebagian besar karakteristik tersebut?

Teman-teman, kita seperti layaknya gajah-gajah sirkus. Kita telah dirantai oleh lingkungan kita. Sejak kecil, mereka seringkali menjatuhkan vonis tentang apa yang kita bisa dan apa yang tidak mungkin terjadi dalam hidup kita. Kreativitas kita dibunuh oleh lingkungan kita, karena kreativitas kita tidak sesuai dengan norma jalan pikir yang ada.

Sebagai contoh paling sederhana, saat kita menggambar pemandangan, kemungkinan besar kita akan menggambar gunung. Kenapa? Karena dari kecil, lingkungan “memaksa” kita menggambar dengan seperti itu.

Ketika kita bermimpi besar, misal jadi pemain bola, orangtua akan bilang “TIDAK MUNGKIN!!

Terkadang vonis mereka telah sebegitu melekatnya, sehingga seakan-akan itu adalah keyakinan diri kita sendiri. Mereka memang berniat baik ketika berkata seperti itu, mereka hanya ingin memberi “hadiah” kepada kita. Tapi kita harus hati-hati dalam menerima “hadiah-hadiah” keyakinan tersebut. Jangan sampai “hadiah” tersebut merengut seluruh mimpi dan hidup kita. Tugas kita saat ini adalah menemukan kembali keyakinan yang kita miliki saat kecil, dan jangan biarkan semua perkataan orang lain merengut mimpi kita.

Kastena Boshi

follow me @WilliamSBudiman

Author: William S. Budiman

Founder of Aethra Learning Center | Passionate Psychological Health Trainer | Positive Psychology Practitioner

11 thoughts on “The Deadliest Prison on Earth

  1. Hmm.. gw setuju banget sama kata-kata lo..
    setiap manusia itu sebenarnya bisa, tetapi banyakan tidak yakin dengan kemampuannya dan tidak mau mencoba..
    Be, ada 1 kalimat yg gw baca dan buat gw senyam senyum.. yg lo bilang misalkan mengikuti pemilihan, bla bla dan kalah.. hahaha..
    untungnya hal itu ga membuat gw trauma, dan gw masih mau kok utk melakukannya lagi kalo gw ada kesempatan..
    sampe saat ini, tulisan2 lo sangat ngena di gw.. tp ini yg paling paling ngena buat gw :)
    Keep posting,be!

    • sejujurnya, sha.. memang bagian kalimat itu mau gwa tunjukan ke loe.. dengan harapan loe baca dan loe ga seperti itu.. hahahaha… ternyata loe baca juga!! hore!!!!

  2. Never give up….

  3. nice!!! kena di gw nih…
    - beasiswa sma di singapore : GAGAL
    - beasiswa La Salle College Singapore : GAGAL
    - beasiswa belajar bahasa Xia Men : GAGAL
    tdnya sih uda ga mau apply2 beasiswa lagi.. hehehe… tp, I’ll give another shot :)

    gw suka bagian yg bilang kalo waktu kecil qta punya smua kualitas sukses tp bertambah dewasa hal2 tsb ilang.. it’s a pity but it’s true..

  4. Anak kecil seringkali bertanya, misalnya ; “Mengapa laut berwarna biru? Mengapa tidur bisa bermimpi?” dsbnya. Meskipun orang dewasa belum tentu bisa memberikan jawabannya, tapi mereka tidak berhenti INGIN TAHU.
    Sedangkan orang dewasa sekalipun tidak tahu jawabannya, tetapi sudah TIDAK BERMINAT bertanya lagi !
    MENGAPA ??
    Dunia anak kecil seringkali diindentikkan dengan RIANG ( nangispun sebentar lalu lupa lagi. Orang dewasa kadang kadang bisa iri hati, mengapa saya tidak bisa spt itu !) dan BEBAS ( bebas dari keruwetan, masalah, yg bagi orang dewasa, terkadang keruwetan dan masalah yg dicari sendiri)

    Mencapai cita cita, bukan satu satunya yg disebut BERHASIL, tapi perjalanan hidup dalam mencapai cita cita yg dipenuhi keyakinan, optimis dan riang gembira dalam menghadapi kenyataan hidup, itulah hidup yang BERHASIL dan BERMAKNA.

    Seringkali, dalam hidup yg demikian, kita malahan menemukan DIRI KITA LAINNYA, yg tidak pernah terpikirkan sebelumnya.
    Bukankah Tuhan selalu memberikan kesempatan ?
    dan kesempatan kesempatan itu begitu luasnya, yang tidak terbatas hanya pada pikiran, pandangan atau cita cita yg ada dalam diri kita.

  5. Nice be… g dapet 1 pembelajaran lagi di sini : kalo punya anak jangan di penjara dari semua keingintahuannya,,, karna gawat kan kalo dia ga berani apa2 karna dibentuk lingkungan… kayak sodara g, dari umur 3tahun mpe skarang kelas 2 SD, cita-citanya tetep sama ‘sopir busway’ tapi nyokapnya seh ga pernah nyuruh/marahin dia kalo dia ngomong kayak gitu,,, apa karna itu yak dia tetep konsisten ma keinginannya itu???

    btw Alcatraz itu kayak Azkaban di harry potter yak… cuma azkaban gabungan dari sluruh artikel lo yang ni be… tawanannya terpenjara di pikirannya sendiri… hohohohoho…

  6. Ahahaha akhirnya kebuka jg nih blog! xD
    gue kan dah baca esbeee! maklum donk gue lama komennya! *ga ada hubungannya* xD

    Gue setuju dengan:
    “EBERANIAN UNTUK BERMIMPI BESAR, KEYAKINAN LUAR BIASA, KREATIVITAS, KEINGINTAHUAN DAN NIAT BESAR UNTUK BELAJAR , PANTANG MENYERAH, dan ANTUSIASME. Fakta yang menarik adalah tidak semua orang dewasa memiliki hal tersebut, tetapi SEMUA ANAK KECIL memiliki hal tersebut!!”

    Makanya ntar gue mau merangsang otak anak gue biar curiousity-nya jalan! mumpung masih kecil dan nanya macem2 bisa dan ga tau malu! xD

  7. Asalkan ada keyakinan
    Di situ ada jalan
    karna semua tergantung dari niat hati kita sendiri
    mau dibawa kemana arah dan tujuan hidup kita
    Kita harus berikhtiar utk menjalankannya
    Asalkan mau mulai dan dilakukan dgn konsisten
    Sukses hanya tinggal menunggu waktu
    Kegagalan adalah awal dr keberhasilan
    asalkan kita trus mau mencoba dan pantang menyerah
    cepat atau lambat kitapun akan bisa
    Masing2 dr kita punya niat dan keinginan yg berbeda
    Tergantung seberapa besar dan berapa banyak niatan itu
    Klo terlalu banyak pasti tdk bisa fokus
    pilihlah beberapa yg sesuai dgn kehendak Nya
    Maka kita akan selamat dunia dan akhirat
    Amin, mudah2an komentar saya bermanfaat bagi kita semua

  8. Gue suka kata2 yang ini ko will..Tuhan sebenarnya telah menganugerahkan kita kemampuan untuk mengatasi semua hambatan dan mencapai semua mimpi kita. Tugas kita hanyalah bagaimana caranya kita percaya, menemukan dan memaksimalkan anugerah Tuhan tersebut..

    Nah yang jd pertanyaan terkadang lebih besar rasa takut gw dari pada percaya sama Tuhan..

    hehe,tapi dari ilustrtasi anak kecil ini gw lmyn belajar untuk percaya dgn kemampuan gw. siiippp lah ….:)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,180 other followers